Bersama Kita Bisa…Bersama Kita Mudah

A.  Mental guru

Guru adalah posisi yang strategis bagi pemberdayaan dan pembelajaran suatu bangsa yang tidak mungkin digantikan oleh unsur manapun dalam kehidupan sebuah bangsa sejak dahulu. Semakin signifikannya keberadaan guru melaksanakan peran dan tugasnya semakin terjamin terciptanya kehandalan dan terbinanya kesiapan seseorang. Dengan kata lain potret manusia yang akan datang tercermin dari potret guru di masa sekarang dan gerak maju dinamika kehidupan sangat bergantung dari “citra” guru di tengah-tengah masyarakat.

Didalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 1 dinyatakan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah

Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Sebagai pengajar, pada saat-saat tertentu kita pasti pernah berharap dengan sepenuh hati agar siswa kita segera dapat memiliki kemampuan yang spontan dan otomatis untuk merekam semua yang kita sampaikan. Baik itu perintah, prinsip-prinsip hidup bersama dengan yang lain maupun materi yang kita ajarkan. Jika ditelaah, kita sering kali lebih banyak disibukkan dengan mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan .manajemen kelas yang melelahkan dan tak pernah kunjung selesai, daripada mengulang materi yang kita ajarkan. Sebagai guru sering kali kita harus terus waspada agar murid-murid tertentu dapat tetap tertib di kelas. Kita bahkan harus terus mengawasi murid tertentu yang terus menerus diberitahu untuk memperhatikan pelajaran, atau mewaspadai mereka yang perlu diberitahu untuk tetap tenang setelah jeda waktu tertentu.

1. Kewajiban guru

Menurut UU RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pasal 20 huruf d: Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban: (d) menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika

Kemudian Pasal 35 ayat 1-3:

  • Beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan.
  • Beban kerja guru dalam melaksanakan proses pembelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.
  • Ketentuan lebih lanjut mengenai beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Pemerintah

2. Kemampuan guru

Dalam pembelajaran guru harus memiliki kemampuan sebagai berikut ini:

  • Memahami isi suatu materi
  • Merancang pembelajaran
  • Mengamati individu siswa dan melihat apakah mereka benar-benar belajar atau tidak
  • Mengamati pembelajaran guru lain dan mempelajari hal-hal yang berguna dan
  • Berkembang bersama guru-guru lain (kolega)

3. Tugas guru

a. Tidak pernah terlambat datang ke sekolah atau ke kelas

Guru merupakan sosok yang berpengaruh dalam pembelajaran, selain sebagai fasiitator, guru juga selalu menjadi bahan perhatian setiap siswa, baik itu sikap maupun perilakunya. Guru harus bisa memberi contoh hal-hal yang baik dalam pembelajaran. Misalnya tidak terlambat ke sekolah atau ke kelas. Dengan tidak terlambat maka guru bisa memberi contoh tentang disiplin menghargai waktu.

b. Selalu mempersiapkan pembelajaran

Melaksanakan proses belajar mengajar merupakan tahap pelaksanaan program yang telah disusun. Dalam kegiatan ini kemampuan yang di tuntut adalah keaktifan guru menciptakan dan menumbuhkan kegiatan siswa belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. Guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat, apakah kegiatan belajar mengajar dicukupkan, apakah metodenya diubah, apakah kegiatan yang lalu perlu diulang, manakala siswa belum dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran. Pada tahap ini disamping pengetahuan teori belajar mengajar, pengetahuan tentang siswa, diperlukan pula kemahiran dan keterampilan  teknik belajar, misalnya: prinsip-prinsip mengajar, penggunaan alat bantu pengajaran, penggunaan metode mengajar, dan keterampilan menilai hasil belajar siswa

c. Mengetahui nama siswa dan tingkat pencepaian akademis mereka

Seorang guru harus mengenali setiap siswa. Misalnya mengetahui nama siswa, mengapa hal ini perlu dilakukan guru? Karena guru harus mengetahui perkembangan akademis siswa, apakah mengalami penurunan atau peningkatan selama mengikuti pembelajaran

d. Memuji siswa dan tidak membentak

Motivasi akan tumbuh manakala siswa merasa dihargai. Memberika pujian yang wajar merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memberikan penghargaan. Pujian tidak selamanya harus dengan kata-kata. Pujian sebagai penghargaan dapat dilakukan dengan isyarat, misalnya senyuman dan anggukan yang wajar, atau munngkin dengan tatapan mata yang meyakinkan

Tipe kepemimpinan yang otoriter harus diubah menjadi lebih demokratis karena tipe kepemimpinan otoriter menumbuhkan sikap agresif tetapi siswa hanya aktif kalau ada guru dan kalau guru yang demokratis maka semua aktivitasnya akan menurun. Tipe kepemimpinan guru yang demokratis lebih mungkin terbinanya sikap persahabatan guru dan siswa dengan dasar saling mempercayai. Untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal guru harus menempatkan diri sebagai model, pengembang, perencana, pembimbing dan fasilitator.

e. Secara terbuka berkonsultasi dengan kolega setiap kali ada masalah dengan pembelajaran atau siswa

Kita ketahui bahwa pada setiap proses pembelajarn guru selalu menemukan hal yang baru tentang perkembangan siswa, ada kalanya guru menemukan siswa yang nakal, atau membuat keributan dikelas, atau juga guru menemukan siswa pinta yang hiperaktif yang justru membuat pembealajaran menjadi terganggu. Permasalahan-permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan cara mendiskusikannya dengan guru yang lain

f. Mencoba apapun yang dilakukan untuk berkembang

Ditengah era-globalisasi seperti sekarang ini, dalam rangka memenuhi kebutuhan dan harapan untuk menciptakan out-put yang kreatif, maka dibutuhkan suatu metode mengajar bagi para guru yang bersifat inovatif dan kreatif. Dalam proses pembelajaran inovatif, diharapkan guru mampu menciptakan sesuatu yang baru, yaitu sesuatu yang belum pernah dilakukan dimasa-masa sebelumnya. Kegiatan mengajar yang inovatif, seringkali diidentikkan dengan sesuatu yang mahal, sehingga dengan asumsi ini, seolah guru enggan untuk merubah sikap keseharian mengajarnya. Padahal, dengan sesuatu yang lebih sederhana dan murah, hanya karena seorang guru mampu melakukan inovasi dalam mengajar, mampu menciptakan sistem pengajaran yang lebih hidup dan tidak membosankan bagi peserta didik

B. Persiapan guru sebelum pembelajaran

1. Membuat perencanaan

Seorang guru harus membuat tiga jenis perencanaan, antara lain:

a. Rencana tahunan

Rencana tahunan menggambarkan berapa pokok bahasan yang dibahas untuk berbagai topic dalam satu tahun. Alokasikan jumlah pokok bahasan yang tepat, dengan mempertimbangkan tuntutan kurikulum dan keseluruhan pokok bahasan yang tersedia. Anda harus dapat mencakup semuanya dalam sudut pandang tahunan

b. Rencana topik

Berhubungan dengan apa yang akan diajarkan secara lebih terperinci dalam suatu topik tertentu.

c. Rencana pembelajaran

Rencana pembelajaran (RPP) adalah suatu rencana yang dipersiapkan untuk suatu pembelajaran. Dalam penyusunannya kita harus mempelajari topik yang akan diajarkan, kemudian menentukan target dalam pembelajaran tersebut, namun jangan menetapkan terlalu banyak target, hal ini bisa mengakibatkan guru akan cenderung terburu-buru, sehingga akan membuat siswa menjadi bingung. Langkahnya selanjutnya adalah kita harus menentukan skenario pembelajaran serta jenis materi dan perangkat pembelajaran yang akan digunakan. Dua hal utama yang harus ada dalam suatu rencana pembelajaran adalah:

  • Tujuan

Dalam menentukan tujuan dalam rencana pembelajaran haruslah disusun dengan jelas, dengan demikian kita tidak akan tersesat atau mengalami kebingungan selama pembelajaran

  • Reaksi siswa

Seorang guru harus mampu mengantisipasi reaksi siswa atas materi atau pertanyaan yang diajukan. Dengan melakukan antisipasi kita akan dapat merespon reaksi siswa jauh lebih baik

2. Cara melaksanakan pembelajaran

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

Disisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik

Cara melaksanakan proses pembelajaran tidak terbatas pada satu pendekatan. Ada tiga cara dasar yang dapat ditempuh, antara lain:

a. Ceramah

Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa

b. Kegiatan individu

Pada kegiatan individu, seorang guru memberikan tugas kepada siswa yang bersifat mandiri, artinya tugas tersebut dikerjakan secara individu.

Kegiatan kelompok

Pembelajaran kelompok dapat menyediakan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif, sedangkan dipihak guru, pembelajaran melalui kelompok ini, kegiatan pokok adalah monitoring terhadap proses kelompok dan kemajuan belajar anggota kelompok dilakukan secara intensif. Di samping itu, pembelajaran secara kelompok, dapat meningkatkan kerja kelompok dan keterampilan sosial anak (Ornstein, 1990:410). Di banding dengan pembelajaran klasikal, pembelajaran dengan kelompok kecil misalnya, memungkinkan dinamika anak di kelas lebih leluasa. Urunan pendapat dari individu siswa terhadap kelompok lebih produktif

Pada dasarnya siswa dikelas dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu

  1. Kelompok A: siswa cerdas yang dapat dengan mudah memahami isi suatu pembelajaran
  2. Kelompok B: siswa yang kemampuannya biasa-biasa aja dan membutuhkan sedikit waktu untuk memahami isi suatu pembelajaran
  3. Kelompok C: siswa lambat yang tidak dapat dengan mudah memahami isi suatu pembelajaran

Mengapa harus menggunakan kegiatan kelompok?, hal ini ada beberapa alasan antara lain:

  1. Bagi siswa yang berdaya tangkap lambat dapat belajar lebih baik dengan bantuan siswa yang cepat menangkap
  2. Bagi siswa yang berdaya tangkap cepat dapat memperdalam pemahaman dengan memberi penjelasan atas suatu subjek pada siswa yang lambat
  3. Bagi seluruh siswa, dapat menyelesaikan permasalahan dengan mendengarkan dan memanfaatkan pemikiran dan gagasan siswa lain
  4. Bagi seluruh siswa, dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan satu sama lain.

Pembelajaran kelompok dapat menumbuhkan Cooperative learning. Menurut hasil penelitian, kerja kelompok dalam kelompok belajar tersebut, dapat menumbuhkan (1) rasa kebersamaan dan rasa diri positif, (2) aktualisasi diri dan kesehatan mental berkembang, (3) siswa memperoleh pengetahuan dan tumbuhnya kesadaran pada diri anak akan adanya kebenaran yang lain yang berasal dari anggota kelompok, (4) tumbuhnya komunikasi positif, (5) penerimaan dan dukungan dari teman anggota kelompok, (6) keutuhan hubungan antar anggota, (7) dapat mereduksi timbulnya konflik antar anggota kelompok

C. Setelah pembelajaran

Setelah setiap pembelajaran, guru harus memanfaatkan waktu untuk melakukan refleksi, refleksi adalah cara terbaik meningkatkan pembelajaran. Refleksi pada dasarnya terdiri dari tiga level, yaitu:

1. Refleksi individu

Merupakan usaha memperbaiki mutu pembelajaran dengan cara mengoreksi pembelajaran yang baru dilakukan. Langkah yang dilakukan adalah guru menyusun pertanyaan untuk dirinya sendiri, berikut ini contoh pertanyaan refleksi secara individu seorang guru:

  • Apakah semua siswa dapat memahami topik pembelajaran hari ini?
  • Dapatkah saya melakukan manajemen aktu dengan baik

2. Refleksi dengan kolega di sekolah

Refleksi yang dilakukan secara individu memiliki beberapa kelemahan. Terkadang juga sangat disarankan untuk meminta guru lain disekolah untuk mengamati pembelajaran yang kita lakukan, lalu secara bersama-sama melakukan refleksi.

3. Diskusi dengan sesama guru ditingkat yang lebih tinggi

Refleki seorang guru juga bisa dilakukan dengan bekerja sama pada saat MGMP, pertemuan MGMP ini bisa menjadi cara yang sangat penting merefleksikan pembelajaran. Untuk mendapatkan hasil refleksi yang bermakna, maka seorang guru harus mengamati open lesson orang lain dan secara bersama-sama melakukan refleksi. Hasil refleksi tersebut bisa kita jadikan untuk menambah wawasan kita pada saat pembelajaran yang akan datang.

Sumber Referensi:

JICA, 2009 Buku Petunjuk Guru untuk Pembelajaran Yang Lebih Baik Program Peningkatan Kualitas (Pelita SMP/MTS) Jakarta.

Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem  Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Sinar Grafika, Jakarta, 2003.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: