Bersama Kita Bisa…Bersama Kita Mudah

Project Based Learning

Disusun oleh:
Dwi candra S
Elya Ruslina
Indah Dwi Lestari

1. Pengertian PBL (Project Based Learning)
Project Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) merupakan tugas-tugas komplek, yang didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan yang menantang atau permasalahan, yang melibatkan para siswa di dalam desain, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, atau aktivitas investigasi; memberi peluang para siswa untuk bekerja secara otonomi dengan periode waktu yang lama; dan akhirnya menghasilkan produk-produk yang nyata atau presentasi-presentasi (Thomas, 2000). Pendapat serupa juga dinyatakan oleh Santyasa (2006), yang menyatakan bahwa PBL adalah suatu pembelajaran yang berfokus pada konsep dan memfasilitasi siswa untuk berinvestigasi dan menentukan suatu pemecahan masalah yang dihadapi. PBL dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan siswa dalam melakukan insvestigasi dan memahaminya. PBL adalah pembelajaran dengan menggunakan proyek sebagai metoda pembelajaran. Para siswa bekerja secara nyata, seolah-olah ada di dunia nyata yang dapat menghasilkan produk secara realistis (Mahanal, 2009).
PBL diketahui sangat mendukung pelaksanaan KTSP untuk mencapai tujuan pembelajaran biologi, mengingat PBL merupakan pembelajaran yang komprehensif mengikutsertakan siswa melakukan investigasi secara kolaboratif (Mahanal, 2009). Santyasa (2006) juga menjelaskan bahwa di dalam PBL proyek dilakukan secara kolaboratif dan inovatif yang berfokus pada pemecahan masalah yang berhubungan dengan kehidupan siswa atau masyarakat. Berdasarkan pendapat tersebut menunjukkan bahwa PBL dalam pelaksanaannya menekankan pada pembelajaran yang kolaboratif. Pembelajaran kolaboratif dalam hal ini menunjukkan bahwa antar siswa dalam kelompok saling ketergantungan dalam menyelesaikan proyek dan antara siswa satu dengan siswa yang lain akan mencapai suatu tujuan jika dalam kelompok tersebut dapat mencapai tujuan bersama yang diharapkan (Slavin, 1995; Arends, 1998; Heinich et al., 2002 dalam Santyasa, 2006).
PBL membantu siswa dalam belajar pengetahuan dan ketrampilan yang kokoh yang dibangun melalui tugas-tugas dan pekerjaan otentik. Situasi belajar, lingkungan, isi, dan tugas-tugas yang relevan, realistik, otentik, dan menyajikan kompleksitas alami dunia nyata mampu memberikan pengalaman pribadi siswa terhadap obyek siswa dan informasi yang diperoleh siswa membawa pesan sugestif cukup kuat (Mahanal, 2009). Selain itu menurut Kamdi (2007) menjelaskan bahwa PBL mendukung proses konstruksi pengetahuan dan pengembangan kompetensi produktif pebelajar yang secara aktual muncul dalam bentuk-bentuk keterampilan okupasional/teknikal (technical skills), dan keterampilan sebagai pekerja yang baik (employability skills).
Pembelajaran berbasis proyek membutuhkan suatu pendekatan pengajaran yang komperehensif di mana lingkungan belajar siswa perlu didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah-masalah autentik, termasuk pendalaman materi pada suatu topik mata pelajaran, dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Biasanya pembelajaran berbasis proyek memerlukan beberapa tahapan dan beberapa durasi, tidak sekedar merupakan rangkaian pertemuan kelas, serta belajar kelompok kolaboratif. Proyek memfokuskan pada pengembangan produk atau unjuk kerja (performance), secara umum siswa melakukan kegiatan: mengorganisasi kegiatan belajar kelompok mereka, melakukan pengkajian atau penelitian, memecahkan masalah, dan mensintesis informasi (Corebima, 2009).

2. Kelebihan PBL (Project Based Learning)
Melalui penerapan PBL, guru dituntut untuk mengembangkan diri agar berperan dengan baik sebagai fasilitator bagi siswa berasal dari berbagai latar belakang suku dan budaya. Siswa diberi kesempatan mengembangkan kemampuan seluas-luasnya, dan sekolah berupaya memenuhi kebutuhan para siswa. Pembelajaran berbasis proyek memberi peluang menjangkau pelajaran yang lebih luas ke dalam kelas. Hal itu dapat dilakukan dengan melibatkan anak-anak dari latar belakang budaya yang berbeda karena anak-anak dapat memilih topik-topik yang dihubungkan dengan pengalaman pengalaman mereka sendiri, dengan berbagai cara belajar sesuai dengan karakter individu atau budaya (Mahanal, 2009).
NWRL (2002) dalam Mahanal (2009) mengidentifikasi beberapa kelebihan penerapan PBL yang disarikan dari beberapa ahli seperti: Bank, 1997; Dickinson et al., 1998; Moursund, Bielefeldt, & Underwood ,1997; Bottom & Webb, 1998; Reyes, 1998; Bryson, 1994; Kadel, 1999; Thomas, 2000., adalah sebagai berikut.
a. Menyiapkan siswa pada lapangan pekerjaan. Siswa disiapkan melalui pengembangan ketrampilan-ketrampilan dan kemampuan-kemampuan seluas-luasnya melalui kerja sama/kolaborasi, perencanaan projek, pengambilan keputusan, dan manajemen waktu (Blank, 1997; Dickinson et al., 1998).
b. Meningkatkan motivasi. Laporan-laporan tertulis tentang PBL mengungkap hasil testimoni guru dan siswa yang menggambarkan terjadinya peningkatan motivasi dari siswa yaitu siswa sangat tekun dan berusaha keras dalam mencapai proyek. Guru melaporkan terjadi peningkatan kehadiran dan berkurangnya keterlambatan. Siswa melaporkan bahwa belajar dalam proyek lebih bersemangat daripada komponen kurikulum yang lain. Para siswa mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan-ketrampilannya ketika mereka menyelesaikan tugas-tugas proyek-proyek. Dengan proyek-proyek, para siswa menggunakan ketrampilan-ketrampilan pemikiran tinggi dan membentuk hubungan pengetahuan dan ketrampilannya di sekolah digunakan di dalam dunia nyata.
c. Meningkatkan kolaborasi untuk mengkonstruksi pengetahuan. Pembelajaran kolaboratif memberi kesempatan pada siswa saling untuk melontarkan gagasan, menyatakan pendapat-pendapat lebih luas, dan bernegosiasi menyusun solusi-solusi, semua itu merupakan ketrampilan yang diperlukan di lapangan kerja.
d. Meningkatkan hubungan sosial dan keahlian berkomunikasi. Pentingnya kerja kelompok dalam proyek diperlukan siswa dalam mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi (Johnson & Johnson, 1989). Kelompok kerja kooperatif, evaluasi siswa, pertukaran informasi online adalah aspek-aspek kolaboratif dari sebuah proyek. Teori-teori kognitif yang baru dan konstruktivistik menegaskan bahwa belajar adalah fenomena sosial, dan bahwa siswa akan belajar lebih di dalam lingkungan kolaboratif (Vygotsky, 1978; Davidov, 1995).
e. Meningkatkan ketrampilan-ketrampilan pemecahan masalah. Penelitian pada pengembangan keterampilan kognitif tingkat tinggi menekankan keterlibatan siswa di dalam tugas-tugas pemecahan masalah serta bagaimana menemukan dan memecahkan masalah. Banyak sumber yang mendiskripsikan lingkungan belajar berbasis proyek membuat siswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang komplek.
f. Membuka peluang bagi para siswa untuk membuat dan melihat hubungan antar disiplin ilmu.
g. Memberi kesempatan para siswa untuk berperan di sekolah atau di masyarakat.
h. Meningkatkan percaya diri. Para siswa merasa bangga akan memenuhi sesuatu yang mempunyai nilai di luar kelas itu
i. Memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan kemampuan belajar secara individu dengan berbagai pendekatan belajar. Menyediakan suatu pengalaman yang praktis tentang dunia nyata dan belajar cara menggunakan teknologi. Aktivitas pembelajaran berbasis proyek menyediakan kerangka kerja pada siswa untuk membuka kreatifitas mereka menggunakan teknologi untuk menyelesaikan masalah seperti memanfaatkan/menggunakan komputer dan internet dalam menghasilkan produk akhir penelitiannya.
j. Meningkatkan keterampilan mengelola sumberdaya. PBL mendorong siswa menjadi pebelajar yang mandiri yaitu bertanggungjawab untuk menyelesaikan tugas yang komplek. Pembelajaran Berbais Proyek yang diimplementasikan secara baik memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan mengelolan sumber daya lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas

Aplikasi Pembelajaran PBL (Project Based Learning) dalam Pembelajaran Biologi

Permasalahan yang terjadi terkait tentang pembelajaran pada saat ini khususnya pelajaran Biologi membawa kita pada suatu kesimpulan bahwa diperlukan adanya suatu pembaharuan strategi pembelajaran yang diterapkan di sekolah agar dapat memenuhi tujuan pembelajaran yang telah dicanangkan. Hal ini juga dikemukakan oleh Soemarwoto (2001) yang menyatakan bahwa, pendidikan lingkungan hidup termasuk Biologi mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi perlu ditinjau kembali agar bahan pelajaran dapat diinternalkan dan melahirkan masyarakat yang bersikap dan berkelakuan ramah terhadap lingkungan hidup. Salah satu strategi pembelajaran yang dirasa dapat hal tersebut adalah PBL.
Berdasarkan penjelasan di atas menjukkan bahwa PBL sangat tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran termasuk pada matapelajaran Biologi. Dalam hal ini aplikasi yang riil dalam penerapan PBL di matapelajaran Biologi sudah sangat sering diterapkan salah satu contohnya adalah penelitian dari penulis yang terkait penerapan PBL di mata pelajaran Biologi. Penelitian ini berjudul Penerapan Pembelajaran Project Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran Biologi untuk Memberdayakan Kemampuan Berpikir Kritis dan Sikap Siswa SMA Kelas X di Malang terhadap Lingkungan Hidup.
Pelaksanaan PBL dalam penelitian ini menujukkan bahwa PBL dapat memberdayakan kemampuan berpikir kritis dan sikap siswa terhadap lingkungan. Hai ini mengacu pada sintaks yang dikembangkan Mahanal (2009) sangat mendukung pemberdayaan berpikir kritis. Adapun sintaks PBL yang dimaksud sebagai berikut. 1) Planning, dalam pelaksanaannya meliputi persiapan proyek dan perencanaan proyek. Pada tahap ini menghadapkan siswa pada masalah riil di lapangan, dan mendorong mereka untuk mengidentifikasi masalah tersebut yang selanjutnya siswa diminta menemukan alternatif pemecahanan masalah serta mendesain model pemecahan masalah. 2) Creating, yaitu pelaksanaan proyek yang memberi kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk merancang dan melakukan investigasi serta mempresentasikan laporan (produk) baik secara lisan maupun tulisan; 3) Processing, aktivitas pada tahap ini meliputi presentasi proyek dan evaluasi proyek. Presentasi proyek yaitu mengkomunikasikan secara aktual kreasi atau temuan dari investigasi kelompok termasuk refleksi dan tindak lanjut proyek-proyek; evaluasi, dilakukan pada tahap ini yang meliputi evaluasi teman sebaya, evaluasi diri dan portofolio. Mengacu pada sintaks PBL tersebut, secara umum dapat disampaikan dalam pembelajaran berbasis proyek siswa dapat belajar secara aktif untuk merumuskan masalah, melakukan penyelidikan, menganalisis dan menginterpretasikan data, serta mengambil keputusan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Sesuai dengan yang dikemukakan Thomas (2000) bahwa PBL menekankan pada tugas-tugas komplek, yang didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan menantang atau permasalahan, melibatkan para siswa di dalam desain, pemecahan masalah, pengambilan keputusan atau aktivitas investigasi.
Berdasarkan penjelasan di atas menujukkan bahwa PBL sangat tepat untuk diterapkan pada pembelajaran Biologi dan tidak hanya itu mungkin juga pada matapelajaran yang lainnya.

DAFTAR RUJUKAN
Corebima, A.D. 2009. Pembelajaran Berbasis Proyek. Makalah pada pelatihan guru untuk pembelajaran PBP tidak diterbitkan. Batu

Darmawan, E. 2009. Pengaruh Pembelajaran Project Based Learning (PBL) pada Materi Ekosistem terhadap Sikap dan Hasil Belajar Siswa SMAN 2 Malang. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: FMIPA Universitas Negeri Malang.

Depdiknas. 2003. Konsep Pendidikan Berorientasi Kacakapan Hidup (Life Skill Education) Pendidikan Berbasis Luas (Broad-Base Education) Buku 1. Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Gaer, S. 1998. What is Project-Based Learning? http://members.aol.com/ CulebraMom/ pblprt.html.

Johnson, D. Johnson, R. & Stanne, 2000. Cooperative Learning Methods: A Meta-Analysis. (Online), (http://www.clcrc.com/pages/cl-methods.html. diakses 13 Oktober 2011).

Kamdi, W. 2007. Pembelajaran Berbasis Proyek: Model Potensial untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran. (Online), (http://waraskhamdi.com/, diakses 13 Oktober 2011).

Mahanal, S. 2009. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Deteksi Kualitas Sungai dengan Indikator Biologi Berbasis Konstruktivistik untuk Memberdayakan Berpikir Kritis dan Sikap Siswa SMA terhadap Ekosistem Sungai di Malang. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: Program Pasca sarjana Universitas Negeri Malang.

Mahanal, S. dan Wibowo, A. L. P. 2009. Penerapan Pembelajaran lingkungan Hidup Berbasis Proyek untuk Memberdayakan Kemampuan Berpikir Kritis, Penguasaan Konsep, dan Sikap Siswa (Studi di SMA Negeri 9 Malang). Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Lingkungan Hidup dan Interkonferensi BKPSL. Universitas Negeri Malang. 20—21 Juni.

Nurhadi, Burhan, Y, Senduk, A. G. 2003. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.

Santyasa, I. Wayan. 2006. Pembelajaran Inovatif :Model Kolaboratif, Basis Proyek dan Orientasi NOS. (online), (http://www. Pembelajaran Inovativ\2006.html , 13 Oktober 2011).

Setiawan, Dwi Candra. 2010. Penerapan Pembelajaran Project Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran Biologi untuk Memberdayakan Kemampuan Berpikir Kritis dan Sikap Siswa SMA Kelas X di Malang terhadap Lingkungan Hidup. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: FMIPA Universitas Negeri Malang.

Thomas, J.W. 2000. A Review od Research on Project-Based Learning. (Online), (http://www.autodesk.com/foundation, diakses 13 Oktober 2011).

Wibowo, A. L. P. 2009. Pengaruh Pendekatan Project Based Learning (PjBL) terhadap Hasil Belajar, serta Sikap Siswa Terhadap Ekosistem Sungai Peserta Didik Kelas X SMAN 9 Malang. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: FMIPA Universitas Negeri Malang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: