Bersama Kita Bisa…Bersama Kita Mudah

Jaring-Jaring Belajar

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.

Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dan kreatifitas pengajar. Pembelajar yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreatifitas guru akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar

Dalam dunia Pendidikan guru merupakan salah satu komponen yang memegang peran penting dalam keberhasilan suatu proses pembelajaran. Dari tahun ke tahun jumlah peminat masuk dalam FKIP selalu bertambah. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa saat profesi guru menjadi salah satu profesi yang diminati oleh masyarakat. Peningkatan jumlah mahasiswa FKIP ini ternyata tidak diimbangi dengan peningkatan mutu guru tersebut. hal ini tercermin dengan banyaknya guru-guru muda yang tidak kreatif dan inovatif. Padahal pada saat dibangku perkualiahan kata PAIKEM selalu jadi bahan pembelajaran disemua jurusan pendidikan. Akan kah ini hanya sekedar teori yang hanya bisa dihafal pada saat ujian perkuliahan. Faktanya nyata guru tidak kreatif dan inovatif adalah mereka menggunaan silabus dan RPP hasil dari download internet. Padahal kita ketahui pada saat ini sekolah sedang menerapkan KTSP (Kurikulum tingkat satuan Pendidikan) tentu saja silabus dan RPP hasil karangan orang lain tidak akan sesuai dengan kondisi kita. Inilah beberapa permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan kita. Bagaimana usaha kita untuk mengembangkan diri menjadi guru yang kreatif dan inovatif?. Berikut ini adalah konsep yang saya tawarkan menjadi salah satu alternatif yang bisa diterapkan.

Pada perkuliahan mahasiswa FKIP biasanya ada dua bentuk kegiatan untuk belajar menjadi guru. Kegiatan tersebut adalah Mikroteaching dan PPL. Tentu saja dua bentuk kegiatan tersebut masih kurang untuk membentuk guru yang inovatif dan kreatif. Mikroteaching adalah kegiatan mahasiswa sebelum melaksanakan PPL. Biasanya dilakukan pada semester 6. Kegiatan ini terbatas karena masing-masing mahasiswa hanya praktek 2-4 kali dalam pembelajaran. PPL merupakan kegiatan pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan semua ilmu perkuliahan dalam bentuk belajar menjadi guru. PPL ini biasanya berlangsung selama 2-4 bulan. Mahasiswa dilatih untuk berada dalam kondisi nyata pada suasana pendidikan. Program ini juga masih dinilai kurang untuk mempersiapkan seorang guru yang profesional.

Berikut ini merupakan kegiatan yang bisa menunjang dua program diatas untuk mengembangkan potensi calon-calon guru. Konsep ini benama jaring-jaring belajar, nama ini terinspirasi dari istilah jaring-jaring makanan pada materi biologi. Jaring-jarinng belajar merupakan salah satu kegiatan yang bisa membentuk suatu Profesional Learning comunity atau masyarakat belajar profesional. Bentuk kegiatan jaring-jaring belajar bisa dimulai sejak mahasiswa itu masuk dalam bangku perkuliahan.

Bagaimana langkah kerja dari konsep jaring-jaring belajar untuk mahasiswa calon guru adalah sebagai berikut:

1. Bentuk komunitas belajar

Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa latin communitas yang berarti “kesamaan”, kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti “sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak”. (Wenger, 2002: 4). Dari pengertian tersebut dapat kita jabarkan komunitas belajar adalah sekelompok individu yang berkumpul untuk belajar satu sama lain.

Pada bangku perkuliahan kita kenal dengan istilah angkatan. Maka kita buat komunitas belajar sesuai dengan angkatan masing-masing untuk mempermudah terbentuknya komunitas belajar. jumlah komunitas ini bisa 5-10 mahasiswa. Sebagai contoh kita beri nama komunitas 2009 A, 2009 B, 2009 C, 2010 A,2010 B dll

2. Menerapkan konsep Lesson study.

Menurut Hendayana, (2007:10) Lesson study merupakan model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan Mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Lesson study bukan merupakan metode atau strategi pembelajaran tetapi kegiatan Lesson study dapat menerapkan berbagai metode ataupun strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan permasalahan yang dihadapi pendidik. Penarapan Lesson study adalah menerapkan tahapan Plan, Do dan See. Setelah komunitas belajar terbentuk maka masing-masing komunitas tersebut melanjutkan dalam tahap Plan, Do dan See (baca Artikel Plan,Do, dan See).

3. Pelaksanaan Jaring-jaring belajar

Jaring-jaring belajar terdiri dari suatu ranta belajar. rantai belajar ini merupakan kegiatan belajar yang dilakukan masing-masing komunitas belajar. masing-masing komunitas belajar melaksanakan rangkaian belajar untuk menjadi guru. Pelaksanaan pembelajaran ini dimulai dengan menerapkan kegiatan Plan seperti pada kegiatan lesson study. Masing-masing komunitas belajar mempersiapkan yang berkaitan dengan persiapan mengajar. Setelah persiapan telah dilakukan maka langkah berikutnya adalah melakukan open class. Masing-masing komunitas melaksanakan kegiatan pembelajaran. Sebagai contoh adalah komunitas belajar 2009 A melakukan open class maka anggota 2009 B dan C bisa menjadi observer untuk kegiatan pelaksanaan open class yang dilakukan oleh 2009 A, begitu juga sebaliknya sehingga nantinya terjadi suatu jaring-jaring belajar dari masing-masing komunitas belajar

4. Transfer anggota

Untuk menambah kebernian dalam membelajarkan siswa, maka masing-masing anggota komunitas bisa saling bertukar siapa yang dijadikan sebagai guru model, sebagai contoh adalah guru model dari komunitas belajar 2010 B melakukan open class pada anggota komunitas belajar 2009. Kegiatan ini akan menambah kompleksitas kegiatan jaring-jaring belajar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: