Bersama Kita Bisa…Bersama Kita Mudah

Lembar Kerja Siswa

Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan lembaran yang berisikan pedoman bagi siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar pada pokok kajian tertentu (Dhari, 1998). Lembar Kerja Siswa sebagai penunjang untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar dapat mengoptimalkan hasil belajar (Darmojo dan Kaligis, 1991).

Menurut Devi dkk (2009:32) lembar kegiatan siswa (LKS) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar kegiatan ini biasanya berupa petunjuk dan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Lembar kegiatan untuk mata pelajaran IPA harus disesuaikan dengan pendekatan pembelajaran IPA, salah satu pendekatan yang disarankan adlah pendekatan keterampilan proses.

Lembar Kerja Siswa terdiri dari beberapa komponen dalam susunan isinya yaitu: (1) ringkasan materi yang merupakan penjabaran dari pokok bahasan, isinya singkat dan padat sehingga materi pada pokok bahasan tersebut dapat tercakup semua; (2) lembar kegiatan siswa yang berisi contoh-contoh soal dan penyelesaiannya, latihan soal, eksperimen/demonstrasi dan soal-soal evaluasi (Inayati, 2003).

Lembar Kerja Siswa harus disusun dengan tujuan dan prinsip yang jelas. Adapun tujuannya meliputi: (1) memberikan pengetahuan dan sikap serta ketrampilan yang perlu dimiliki siswa; (2) mengecek tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disajikan; (3) mengembangkan dan menerapkan materi pelajaran yang sulit dipelajari. Sedangkan prinsipnya meliputi: (1) tidak dinilai sebagai dasar perhitungan rapor, tetapi hanya diberi penguat bagi yang berhasil menyelesaikan tugasnya serta diberi bimbingan bagi siswa yang mengalami kesulitan; (2) mengandung permasalahan; (3) sebagai alat pengajaran; (4) mengecek tingkat pemahaman, pengembangan dan penerapannya; (5) semua permasalahan sudah terjawab dengan benar setelah selesai pembelajaran (Dhari, 1998).

Komponen-komponen isi LKS tersebut haruslah sesuai dengan kriteria LKS yang baik, LKS yang baik yang digunakan sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar harus membuat siswa aktif dalam belajar, untuk itu aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar harus ditingkatkan baik melalui interaksi guru/siswa atau pendayagunaan sumber belajar yang memadai. LKS harus dapat membantu guru dan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar, untuk itu harus disusun sesuai kurikulum pendidikan, baik materi, urutan, maupun waktunya. LKS juga harus dapat meningkatkan prestasi dan kualitas peserta didik sehingga kompetensi yang diharapkan dapat lebih mudah tercapai.

LKS harus disusun dengan tujuan dan prinsip yang jelas. Adapun tujuan meliputi: (1) Memberikan pengetahuan dan sikap serta ketrampilan yang perlu dimiliki siswa, (2) Mengecek tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disajikan, (3) Mengembangkan dan menerapkan materi pelajaran yang sulit dipelajari. Sedang prinsipnya meliputi: (1) Tidak dinilai sebagai dasar perhitungan rapor, tetapi hanya diberi penguat bagi yang berhasil menyelesaikan tugasnya serta diberi bimbingan bagi siswa yang mengalami kesulitan, (2) Mengandung permasalahan, (3) Sebagai alat pengajaran, (4) Mengecek tingkat pemahaman, (3) Pengembangan dan penerapannya, (5) Semua permasalahan sudah dijawab dengan benar setelah selesai pembelajaran (Yuningsih, 2006).

Lembar Kerja Siswa yang dapat digunakan oleh siswa secara optimal adalah LKS yang baik. Menurut Darmojo dan Kaligis (1991), persyaratan LKS yang baik meliputi tiga aspek, yaitu:

1. Syarat-syarat didaktik

Lembar Kerja Siswa sebagai salah satu bentuk sarana berlangsungnya proses belajar mengajar harus memenuhi persyaratan didaktik artinya harus mengikuti azas-azas belajar mengajar yang efektif, yaitu:

  1. memperhatikan adanya perbedaan individual, sehingga LKS yang baik itu adalah yang dapat digunakan oleh siswa yang lamban, sedang, maupun pandai
  2. menekankan pada proses untuk menemukan konsep-konsep sehingga LKS berfungsi sebagai petunjuk jalan bagi siswa untuk mencari tahu
  3. memiliki variasi stimulus melalui berbagai media dan kesempatan kepada siswa untuk menulis, menggambar, berdiskusi, menggunakan alat, dan sebagainya
  4. dapat mengembangkan komunikasi sosial, moral dan estetika pada anak. Jadi tidak semata-mata ditunjukkan untuk mengenal fakta-fakta dan konsep akademis. Untuk keperluan ini dibutuhkan bentuk kegiatan yang memungkinkan siswa dapat berhubungan dengan orang lain

2. Syarat-syarat konstruksi

Yang dimaksud syarat konstruksi adalah syarat-syarat yang berhubungan dengan penggunaan bahasa, susunan kalimat, kosa kata, tingkat kesukaran, dan kejelasan yang pada hakekatnya harus tepat guna dalam arti dapat dimengerti oleh pihak pemakai atau siswa

  1. menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kedewasaan siswa
  2. menggunakan struktur kalimat yang jelas
  3. memiliki tata urutan pelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan anak
  4. menghindari pertanyaan yang terlalu terbuka
  5. tidak mengacu pada buku sumber diluar keterbacaan siswa
  6. menyediakan ruangan yang cukup untuk memberi keleluasaan pada siswa untuk menulis maupun menggambar pada LKS
  7. menggunakan kalimat sederhana dan pendek
  8. menggunakan lebih banyak ilustrasi daripada kata-kata
  9. memiliki tujuan belajar yang jelas dan manfaat dari pelajaran itu sebagai sumber motivasi

3. Syarat-syarat teknik

  1. tulisan dengan menggunakan huruf cetak, huruf tebal yang agak besar untuk topik, tidak menggunakan lebih dari sepuluh kata dalam tiap kalimat dan mengusahakan agar perbandingan besar huruf dengan gambar serasi
  2. gambar dapat menyampaikan pesan secara efektif kepada siswa
  3. ada kombinasi antar gambar dan tulisan

Menurut Devi dkk (2009) Untuk mengembangkan LKS ada langkah-langkah yang dapat diikuti yaitu:

  1. mengkaji materi yang akan dipeajari siswa yaitu kompetensi dasar, indikator hasil belajarnya dan sistematika keilmuannya
  2. mengidentifikasi jenis keterampilan proses yang akan dikembangkan pada saat mempelajari materi tersebut
  3. menentukan bentuk LKS yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan
  4. merancang kegiatan yang akan ditampilkan pada LKS sesuai dengan keterampilan proses yang akan dikembangkan
  5. mengubah rancangan menajdi LKS dengan tata letak yang menarik, mudah dibaca dan digunakan
  6. menguji coba LKS apakah sudah dapat digunakan siswa untuk melihat kekurangan-kekurangannya
  7. merevisi kembali LKS

Comments on: "Lembar Kerja Siswa" (3)

  1. desy_indras said:

    ijin memanfaatkan…terimakasih🙂

  2. desy_indras said:

    maaf merepotkan…
    tolong dikasih contoh lks yang baik itu seperti apa kak agil….
    terimakasih🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: