Bersama Kita Bisa…Bersama Kita Mudah

disusun Oleh As’ad Syamsul Arifin

Klasifikasi Beluntas

Klasifikasi beluntas (Pluchea indica) secara lengkap adalah sebagai berikut:

Kingdom         :  Plantae

Divisio             :  Spermatophyta

Klas                 :  Dicotyledonae

Ordo                :  Diperales

Familia            :  Piparaceae

Genus              :  Piper

Spesies            :  Pluchea indica

(http://en.wikipedia.org)

Morfologi Beluntas

Beluntas merupakan tumbuhan semak yang bercabang banyak, berusuk halus, dan berbulu lembut. Umumnya tumbuhan ini ditanam sebagai tanaman pagar atau bahkan tumbuh liar, tingginya bisa mencapai 3 meter apabila tidak dipangkas, sehingga seringkali ditanam sebagai pagar pekarangan. Beluntas dapat tumbuh di daerah kering pada tanah yang keras dan berbatu, pada daerah dataran rendah hingga dataran tinggi pada ketinggian 1000 meter dari permukaan laut, memerlukan cukup cahaya matahari atau sedikit naungan, dan perbanyakannya dapat dilakukan dengan setek batang pada batang yang cukup tua. Nama daerah: beluntas (Melayu), baluntas, baruntas  (Sunda), luntas (Jawa), baluntas (Madura), lamutasa  (Makasar), lenabou (Timor), sedangkan nama asing untuk tanaman beluntas adalah Luan Yi (Cina), Phatpai (Vietnam), dan Marsh fleabane (Inggris). Nama simplisia beluntas adalah Plucheacea folium (daun), Plucheacea radix (akar).

Ciri morfologi daun bertangkai pendek, letaknya berselang-seling, berbentuk bulat telur sunsang, ujung bundar melancip. Tepi daun bergerigi, berwarna hijau terang, bunga keluar di ujung cabang dan ketiak daun, berbentuk bunga bonggol, bergagang atau duduk, dan berwarna ungu. Buahnya longkah agak berbentuk gasing, berwarna cokelat dengan bersudut putih.

Kandungan Daun Beluntas

Menurut Damayanti (2006) Daun beluntas mengandung minyak atsiri yang terdiri dari betlephenol, kavikol, seskuiterpen, hidroksikavikol, cavibetol, estragol, eugenol, karvakol. Beberapa penelitian ilmiah menyatakan bahwa daun sirih juga mengandung enzim diastase, gula, dan tannin. Biasanya daun sirih muda mengandung diastase, gula dan minyak atsiri lebih banyak dibandingkan dengan daun sirih tua, sementara itu kandungan tantinnya relatif sama.

Sebagian daun tanaman yang berkhasiat untuk obat batuk, antiseptic dan obat kumur, daun beluntas terkandung minyak atsiri sampai 1%-4,2% yang mengandung fenol yang khas yang disebut betelfenol atau aseptosol (isomer dengan eugenol), serta kavikol seskuiterpen. Diastase 1%-1,8%, zat penyamak , gula dan pati. (Kartasapoetra. 1992)

Sementara menurut  Hariana, A. (2006) menyatakan bahwa beluntas mengandung  1-4,2% minyak atsiri, hidrokavikol ,7,2-16,7% kavikol, 2,7-6,2% kavibetol, 0-9,6% allypyrokatekol, 2,2-5,6% karvakol, 26,8-52,5% eugenol, eugenol metal eter, 4,2-15,8% eugenol metal eter, 1,2-2,5% p-cymene, 2,4-4,8% cineole, 3-9,8% caryophyllene, dan 2,4-15,8% cadinene. Selain itu kerabat lada ini juga mengandung estragol, terpennena, seskuiterpena, fenil propana, tannin, diastase, gula dan pati.

Manfaat Beluntas

Beluntas merupakan tumbuhan obat yang sangat besar manfaatnya. Ia mengandung zat antiseptik pada seluruh bagiannya. Daunnya banyak digunakan untuk mengobati mimisan, mata merah, keputihan, membuat suara nyaring, dan bnayak lagi termasuk disfungsi eskresi. Khasiat daun sirih sudah banyak dikenal dan telah teruji secara klinis. Hingga kini, penelitian tentang tanaman ini masih terus dikembangkan. (http/wwww.mma.ipb.ac.id)

Damayanti (2004) menyatakan bahwa daun beluntas yang merupakan bahan minang ini memiliki sifat styptic (menahan pendarahan), dapat menyembuhkan luka kulit, dapat digunakan sebagai oabat saluran pencernaan, dapat menguatkan gigi. Dan dapat membersihkan tenggorokan. Dan menurut sumber lain berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Mengeluarkab dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan pendarahan. (http/www. wikipedia.com )

Di Indonesia, air rebusan daun beluntas diminum untuk mengatasi sembelit, dihirup guna mengusir sakit kepala dan pelega hidung tersumbat. Di Malaysia untuk mengobati sakit kepala, nyeri sendi, dan arthritis. Di Thailand  dan Cina untuk meredakan sakit gigi, beluntas dipercaya memiliki sifat afrodisiak (pembangkit gairah) (http/wwww.puslitbang.depkes.go.id)

Aktivitas Anti Bakteri Beluntas

Daun beluntas memilki sifat bakterisidal yang mampu membasmi bakteri, selain mempunyai kemampuan antiseptic, daun beluntas juga memilki kekuatan sebagai antioksidasi dan fungisida. Minyak atsirih dan ekstraknya pun mamapu melawan beberapa bakteri gram positif dan gram negative. (Damayanti, 2004).

Komponen utama minyak atsiri terdiri dari fenol dan senyawa turunannya. Salah satu senyawa turunan itu adalah tanin yang memiliki daya bakterisida lima kali lebih kuat dibandingkan fenol. (Heyne dalam Dea.H.2007). Daya antibakteri minyak atsiri daun beluntas disebabkan oleh adanya senyawa tanin yang dapat mendenaturasi protein sel bakteri. Kehadiran tanin yang merupakan senyawa toksik mengakibatkan struktur tiga dimensi protein terganggu dan terbuka menjadi struktur acak tanpa adanya kerusakan pada struktur kerangka kovalen. Hal ini menyebabkan protein terdenaturasi . Deret asam amino protein tersebut tetap utuh setelah denaturasi, namun aktivitas biologisnya menjadi rusak sehingga protein tidak dapat melakukan fungsinya (Heyne dalam Dea.H.2007).

Menurut Pudjaatmaka dan Qodratillah (1999) tanin merupakan kelompok senyawa nabati yang bersifat asam, aromatik, dan memberikan rasa kesat. Tanin mengendapkan alkaloid, merkuri klorida dan logam berat. Robinson (1991)  menambahkan bahwa tanin merupakan kandungan yang bersifat fenol mempunyai rasa sepat dan mempunyai kemampuan menyamak kulit serta berwarna coklat kekuning-kuningan.

Robinson (1995) menyatakan bahwa tanin mempunyai ciri-ciri yang sama yaitu cincin aromatik yang mengandung satu atau dua gugus hidroksil. Anonymous (2007) menambahkan bahwa Tannin adalah senyawa phenolic yang larut dalam air. Dengan berat molekul antara 500 – 3000 bisa mengendapkan protein dari larutan.

Flavonoid adalah group paling besar dari fenol yang terjadi secara alami, lebih dari 2000 persenyawaan kini telah diketahui ± 500 yang terbentuk di alam dalam keadaan bebas. Menurut Robinson (1995), golongan flavonoid dapat digambarkan sebagai deretan senyawa C6-C3-C6, artinya kerangka karbonnya terdiri atas dua gugus C6 (cincin benzene tersubstitusi) disambungkan oleh rantai alifatik tiga karbon.

Volk &Wheller (1988) dalam Astutik, S. (2007) dinyatakan bahwa fenol dalam konsentrasi (0,1- 2%) mampu merusak membran sitoplasma yang menyebabkan bocornya metabolik penting dan disamping itu menginaktifkan sejumlah enzim bakteri, apabila di gunakan dalam konsentrasi tinggi fenol bekerja dengan merusak membran sitoplasma  secara total dan mengendapkan protein. Fenol menyerang lapis batas sel total dan merusak semipermiabilitas membran sitoplasma yang terdiri dari lipida dan protein yang tersusun berlapis-lapis.

Waluyo (2005) menyatakan bahwa fenol (asam karbol) pada konsentrasi yang rendah (2-4%) daya bunuh disebabkan karena fenol mempresipitasikan protein secara aktif sehingga susunan protein menjadi berubah tidak sesuai dengan kebutuhan sel, selai itu juga merusak membran sel  dengan cara menurunkan tegangan permukaannya. Hal ini menyebabkan terjadinya osmosis dan sel akan mengalami lisis.

Anonymous (2003) dalam Astutik (2007) dinyatakan bahwa mekanisme sebenarnya dari penghambatan oleh seluruh senyawa fenol adalah dengan cara merusak membran plasma, menyebabkan enzim inaktif, dan denaturasi protein. Rusaknya dinding sel pada bakteri secara otomatis dapat mempengaruhi membran sitoplasma yang sebagian besar tersusun atas protein dan fosfolipid

Sel bakteri sebagian besar tersusun atas protein, demikian pula semua reaksi metabolisme sel dikatalisis oleh enzim yang juga merupakan protein. Sedangkan daun beluntas mengandung senyawa fenolik, dimana senyawa fenolik mempunyai sifat asam. Asam mampu mengendapkan protein, karena sifat inilah maka daun sirih dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Dengan adanya asam tersebut akan menyebabkan protein mengalami denaturasi yang didahului dengan perubahan struktur membran, sehingga protein tidak dapat melakukan fungsinya dan sel bakteri akan mati.

Bakteri Aeromunas hydropilla merupakan bakteri Gram negatif tahan hidup dalam media yang kekurangan zat gizi (Rahayu, 2000). Susunan dinding sel bakteri Gram negatif memiliki struktur dinding sel yang lebih komplek daripada sel  bakteri Gram positif. bakteri Gram negatif mengandung sejumlah besar lipoprotein, lipopolisakarida, dan lemak (Schlegel,1993). Adanya lapisan-lapisan tersebut mempengaruhi aktivitas kerja dari zat antibakteri.

Terdapatnya lapisan protein pada permukaan bakteri menyebabkan zat antibakteri kesulitan melakukan penetrasi ke dalam sel bakteri Aeromunas hydropilla. Pertumbuhan sel bakteri dapat terganggu oleh komponen fenol atau alkohol dari  daun sirih. Fenol memiliki kemampuan untuk mendenaturasikan protein dan merusak membran sel (Rahayu, 2000). Fenol berikatan dengan protein melalui ikatan hidrogen sehingga mengakibatkan struktur protein menjadi rusak. Sebagian besar struktur dinding sel dan membran sitoplasma bakteri mengandung protein dan lemak.

Ketidakstabilan pada dinding sel dan membran sitoplasma bakteri menyebabkan fungsi permeabilitas selektif, fungsi pengangkutan aktif, pengendalian susunan protein dari sel bakteri menjadi terganggu. Gangguan integritas sitoplasma berakibat pada lolosnya makromolekul, dan ion dari sel. Sel bakteri menjadi kehilangan bentuknya, dan terjadilah lisis. Persenyawaan fenolat bersifat bakteriostatik atau bakterisid tergantung dari konsentrasinya (Pelczar dan Chan, 1988). Kematian sel bakteri berarti hilangnya kemampuan bakteri secara permanen untuk bereproduksi (tumbuh dan membelah).

Kabata (1985) dalam Saputri (2002) dinyatakan bahwa obat yang larut dalam air dapat diserap dengan baik oleh kulit, insang dan organ lain. Hal ini sangat efektif dalam pengobatan melalui perendaman karena bagian yang terinfeksi dapat menyerap dengan baik.

Comments on: "Beluntas (Pluchea indica)" (2)

  1. Alvina Putri P.S. said:

    Penampilan baru niiii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: