Bersama Kita Bisa…Bersama Kita Mudah

Pendidikan merupakan salah satu yang berperan dalam menyiapkan SDM yang kompeten. Berbagai usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan harus terus dilakukan. Salah satunya adalah pengembangan  kompetensi calon guru yang nantinya akan terjun langsung sebagai tenaga pendidik. Universitas Muhammadiyah Metro sebagai salah satu universitas yang memiliki fakultas keguruan dan ilmu pendidikan juga terus melakukan inovasi dalam menyiapkan calon tenaga pendidik yang kompeten. Salah satunya adalah microteaching berbasis lesson study.

Dalam pelaksanaannya micro teaching di UM Metro juga diterapkan lesson study, hal ini dimaksudkan untuk membiasakan mahasiswa melaksanakan lesson study yang sudah terbukti bisa mengembangkan kompetensi guru. Pembahasan tentang micro teaching berbasis lesson study akan saya posting di kesempatan lain. Salah satu tugas yang saya berikan saat micro teaching adalah mahasiswa yang menjadi guru model menuliskan kesan dan pengalamannya saat menjadi guru model. Berikut ini merupakan hasil tulisan kelompok 1 yang telah melaksanakan micro teaching berbasis lesson study pada tanggal 25 Januari 2013.

Lusi Marita Sari

Ketika tampil untuk do dalam kegiatan microteaching ini yang saya rasakan adalah grogi, bingung, dan senang. Grogi karena pengalaman pertama untuk tampil di depan sebagai seorang guru, biasanya saya tampil ke depan untuk mempresentasikan materi tetapi kali ini untuk menyampaikan ilmu agar peserta didik dapat paham. Hal tersebut merupakan tanggung jawab saya yang sangat berat dan itu membuat saya grogi untuk menyampaikan ilmu, yang selalu terbayang adalah apakah peserta didik dapat paham ketika saya mengajar mereka. Rasa percaya diri dalam menyampaikan materinya yang belum saya kuasai.

CIMG1579

Bingung karena semua yang akan saya sampaikan tersusun dalam RPP dalam point skenario pembelajaran, nah hal itu membuat saya merasa tidak leluasa dan bingung dalam pelaksanaannya. Pengalaman pertama tampil kemarin, saya seperti menghafal skenarionya dan saya tidak fleksibel dalam mengelolanya pada saat pembelajaran dilaksanakan. Untuk kedepannya, saya dapat belajar dari hal ini. Senang karena ternyata mengajar itu hal yang menyenangkan. Apalagi jika peserta didik paham dan dapat mengerti dengan apa yang saya sampaikan. Rasanya tuh puas.

Komentar:

  1. Kurang melibatkan interaksi antara siswa, guru dan media pembelajaran
  2. Apersepsi belum disampaikan
  3. Dalam menunjuk siswa, usahakan sebut namanya

Tanggapan:

  1. Untuk selanjutnya saya usahakan agar siswa yang lebih aktif.
  2. Sebenarnya saya belum paham mana yang dinamakan apersepsi, tapi setelah diberikan komentar dan penjelasan oleh bapak pembimbing saya sudah paham apa itu apersepsi. Untuk kedepannya, diusahakan agar lebih baik lagi.
  3. Reflek saja dan tiba-tiba tidak hafal nama yang saya tunjuk. Untuk kedepannya, saya usahakan untuk lebih fokus lag

Nurul Emita Sari

Cerita Disaat Menjadi Guru Model Dalam Mata Kuliah Mikro Teaching.

Guru adalah salah satu seseorang yang mulia dimata saya, tetapi ternyata menjadi seorang guru itu tidak lah semudah yang saya bayangkan selama ini, ternyata di awal kita akan menjadi seorang guru itu tidak mudah untuk kita lsayakan,walaupun kita sering berbicara dengan teman–teman kita. Apalagi jika kita baru pertama kalinya menjadi seorang guru .Walaupun peserta didik yang saya ajar adalah teman-teman saya sendiri dan hanya berjumlah 10 orang, tetapi saya pada saat menyampaikan materi didepan kelas perasaan yang timbul adalah deg degan, nerves,dan was-was akan keterbatasan waktu yang diberikan .Sehingga dalam mengajar itu ada rasa tsayat waktu tidak cukup, dan dalam mengajar selalu mengigat apa saja yang harus kita lsayakan yang sesuai dengan rancangan pelaksanaan pembelajaran, itu yang menjadi masalah bagi saya .Senangnya dalam menjadi guru model ini adalah mendapat pengalaman yang berharga dan saya bisa tahu apa kekurangan dari  saya dalam menjadi guru model tersebut, dan teman–teman yang berperan menjadi peserta didik pada saat itu asik -asik

CIMG1582

Komentar  yang dapat membangun untuk saya  dari  teman–teman  sekelompok saya antara lain:

  1. Kiki Elvionita: Cara berbicara kurang tegas, terlalu lemah lembut dalam penyampaian materi, kurang memahami materi dan pemanfaatan waktu.
  2. Lusi Marita Sari: dalam penyampaian materi atau berbicara lemah lembut ,pemaanfaatan waktu.
  3. Miftahul Hidayah : dalam berbicara lemah lembut,kurang tegas.
  4. Leni Ferlianti : dalam berbicara kurang tegas, pemanfatan waktu .

Dengan adanya komentar–komentar dari teman sekelompok saya mendorong saya untuk menjadi lebih baik lagi dan memperbaiki apa yang kurang dari diri saya.

Hal – hal yang dapat saya petik  dan saya jadikan pelajaran dari teman sekelompok saya adalah :

  1. Kiki Elvionita : Cara mengelola kelas dan mengajak siswa untuk lebih aktif.
  2. Lusi Marita Sari : Cara berbicara ( tegas ), mengajak siswa aktif dalam pembelajaran.
  3. Miftahul Hidayah : Media yang digunakan  ( Vidio ) sesuai dengan anak–anak sehingga tidak membuat anak bosan .
  4. Leni Ferlianti : Media power point yang digunakan ( banyak variasi )

Comments on: "Open Class 1 (Lusi dan Nurul)" (3)

  1. , haha,,,
    foto” ny lucu2 pak,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: