Bersama Kita Bisa…Bersama Kita Mudah

KESAN-KESAN Microteaching

Miftahul Hidayah

Yang saya rasain kemarin waktu pertama maju gerogi, gugup, panik. Apalagi ditambah ada kesalahan teknis flasdish tidak bisa dibuka, awalnya sie gak terlalu gerogi banget tapi dengan kejadian itu menambah rasa panik, takut kalo gx bisa menampilkan PP. Maju sebagai guru itu berbeda dengan maju presentasi di depan kelas. Rasanya sudah menghadapi siswa-siswa di SMA. Bebannya yaitu mengingat langkah-langkah apa selanjutnya yang ada di RPP. Masih susah dalam pengelolaan kelas, masih ada logat yang gx seharusnya dikeluarkan sebagai guru. Masih belum terlalu bisa membedakan teman-teman dengan siswa-siwa yang nantinya akan saya ajar di sekolah. Pembelajarannya sudah cukup aktif sie. Materi yang saya ajarkan cukup saya pahami karena berhubungan dengan lingkungan sekitar. Ini masih pengalaman maju pertama, untuk kedepannya bisa menjadi yang lebih baik dari hari kemarin.

CIMG1583

Komentar buat teman-teman yaitu:

  • LUSI MARITA SARI

Dalam penyampaiannya sudah cukup bagus, pengelolaan waktu sudah sesuai dengan RPP. Dalam penyampaian materi sudah cukup menguasai materi, bisa menjelaskan cukup jelas dengan menggunakan 2 media yaitu torso dan media power point. Tetapi siswanya kurang aktif dalam pembelajaran. Sebaiknya menggunakan media yang lebih menarik lagi, menggunakan gambar atau video sehingga siswanya akan memperhatikan dan aktif dalam proses pembelajaran. Menghilangkan kata ee dalamm menjelaskan materi.

  • NURUL EMITA SARI

Materi yang disampaikan kurang dikuasai oleh nurul. Media yang digunakan kurang kontekstual dengan siswa, suaranya juga kurang keras sehingga siswa tidak mendengar dengan jelas materi yang disampaikan. Pengelolaan waktu juga belom maksimal, masih banyak waktu yang tersisa yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Saran yang saya berikan sebaiknya sering-sering berbicara dengan keras, buat latian agar dalam praktik selanjutnya dapat berbicara dengan jelas. Pemahaman materi juga perlu diperdalam. Media yang digunakan juga bisa menggunakan realia karena materi yang dijelaskan tentang ciri-ciri makhluk hidup. Agar siswa lebih mengerti materi yang dijelaskan. Itu penilaian saya untuk NURUL.

  • LENI FERLIANTI

Pengajaran yang disampaikan kurang bisa dalam mengelola waktu, karena waktunya lbih dari yang ditentukan. Belum menguasai materi dengan benar, adanya miskonsepsi antara siswa dan murid, saat menjawab pertanyaan. Kurang bisa menjawab pertanyaan dengan tepat. Hal itu menandakan kurang bisa menguasi kelas, pengelolaan kelasnya. Video yang siswa tidak terlalu mendengar dengan jelas materi yang disampaikan. Sebaiknya pengelolaan waktu, kelas harus diperhatikan lagi. Pemilihan video juga penting, penguasaan materi juga hal yang sangat inti. Banyak-banyak belajar agar pada saat ditanya siswa bisa menjawab dengan tepat. Berbicara lebih jelas lagi, harus banyak-banyak berlatih lagi buat lenot yaaaa…………..

  • KIKI ELVIONITA

Awal pelajaran siswa diberi stimulus agar siswa nantinya berkonsentrasi. Penguasaan materi sudah cukup baik, hanya saja dalam pengajarannya terlalu cepat-cepat sehingga siswa ketinggalan materi. Pengelolaan waktu, kelas sudah cukup baik. Sebaiknya belajar berbicara pelan-pelan tapi tegas, menggunakan media yang lebih menarik lagi. Menggunakan metode yang siswanya lebih aktif lagi misalnya metode kontekstual.

PELAJARAN YANG DAPAT DIAMBIL

Sebagai calon guru, pintar-pintar dalam pengelolaan kelas, waktu dan materi. Hal itu kunci utama guru berhasil dalam pengajaran. Memahami karakteristik siswa, membuat siswa lebih aktif lagi. Khusus buat saya, harus menghilangkan logat yang saya gunakan kemarin. Menngunakan metode yang cocok untuk materi

KESAN PERTAMA MICROTEACHING

Leni Ferlianti

Pertama kali saya maju atau tampil microteaching yang saya rasakan bermacam-macam, yang pastinya galau galau galau…. Galaunya luar biasa, selain itu saya merasa nerves, walaupun dihari-hari sebelumnya sudah latihan di depan cermin dan bisa dikatakan sudah lancar, serta penguasaan materinya sudah cukup mengerti, tetapi setelah sampai tibanya waktu tampil didepan hadapan teman-teman semua yang sudah saya persiapkan semuanya hilang, ngeblank. Sehingga itu yang membuat saya merasa gugup, tidak percaya diri dan nerves. Selain itu, mungkin karena belum terbiasa, sangat sulit bagi saya dalam  meruntutkan tahap-tahap yang akan disampaikan berdasarkan yang telah tercantum di skenario.

CIMG1584

Presentasi didepan  kelas pada saat kuliah dan microteaching sangat berbeda jauh, presentasi hanyalah maju mempresentasikan dan melsayakan seosen tanya jawab, dan itupun majunya secara kelompok, bukan individu, sedangkan microteaching kita berperan seperti menjadi guru, kita mengajar siswa-siswa dengan berbagai metode pembelajarn yang sesuai dengan materi yng akan kita sampaikan. Selain itu kita harus benar-benar bisa menguasai kelas dan mengelola waktu dengan seefisien mungkin.

Menurut saya menjadi seorang guru itu sangatlah  ribet, tetapi ini sudah menjadi pilihan hidup saya, jadi apa pun dan bagaimana pun saya harus jalani dan menikmati semua rintangan yang datang di kehidupan saya, mungkin ini salah satu yang dinamakan berbakti kepada kedua orang tua, dengan mengikuti apa yang menjadi keinginan mereka, tanpa mereka mengetahui apa yang sebenarnya yang kita inginkan.

Komentar :

Lusi Marita Sari

Menurut saya lusi penampilannya didepan sudah cukup baik, dan antara guru dan siswa terjadi interaksi, pengelolaan kelasnya sudah lumayan baik, namun dalam penggunaan kosa katanya kurang, sebaiknya jangan terlalu kebanyakan  “ya”.

Nurul Emita Sari

Menurut saya penampilan nurul sudah cukup baik, dan terjadi interaksi juga antara guru dengan siswa, namun dalam menyampaikan materi jangan terlalu lemah lembut, harus sedikit di pertegas. J

Miftahul Hidayah

Menurut saya penampilan miftahul didepan sudah cukup baik,dan  terjadi interaksi antara guru dengan siswa, namun dalam penyampaian materi sebaiknya jangan seperti  bercakap dengan teman sebaya, lebih berpacu pada siswa. J

Kiki Elvionita

Menurut saya penampilan kiki sudah baik, dalam pembelajaran terdapat motivasi terhadap siswa yang pasif, penguasaan kelas sudah cukup baik, namun dalam penyampaian materi jangan terlalu cepat, sehingga sulit bangi siswa untuk menangkap apa yang disampaikan oleh guru.

Pengalaman yang saya dapat dari teman-teman  banyaklah yang pasti, salah satunya metode-metode pembelajaran yang bermacam-macam, yang jauh lebih baik dari apa yang saya sampaikan, kemudian bagaimana pengelolaan kelas yang baik, berinteraksi dengan siswa, dll.

Kesan-Kesan Ketika Pelaksanaan Microteaching

Selasa, 29 Januari 2013. 10.30-13.00 WIB

By: Kiki Elvionita

Assalamualaikum Wr.Wb

Nahhhh,,,setelah saya memperkenalkan anggota kelompok saya saat menjadi guru model, maka saya akan menceritakan kesan-kesan saya saat pelaksanaan menjadi guru model yaitu bahwa menjadi guru model itu ternyata sulit, apalagi menjadi seorang guru yang profesional. Banyak hal-hal yang harus dipelajari menjadi seorang calon guru yang professional yaitu sebelum pelaksanaan pembelajaran maka harus mempersiapkan perangkat pembelajaran berupa RPP, bahan ajar yang akan digunakan, LKS, alat evaluasi, dll. Hal ini cukup merumitkan bagi saya, karena dalam pembuatan RPP tersebut sama hal nya membuat suatu perencanaan pembelajaran yang aktif dan sesuai dengan jam yang telah ditentukan. Disini saya bingung akan penentuan kegiatan yang membuat siswa menjadi aktif, karena hal itu tidak gampang.

CIMG1587

Minimnya waktu yang ditentukan yaitu 15 menit membuat saya menjadi gerogi dan bingung akan tindakan apa yang akan saya lsayakan, dan apakah dalam waktu 15 menit tersebut selesai dalam penyampaian materi dan dapat menjadikan siswa aktif dalam pembelajaran. Hmmmmm,,, sulit sekali hal itu. L

Dan ternyata,,,,,,,,,,

`Ketika saya menjadi guru model rasa gerogi itu muncul, dan terlihat ketika saya menyampaikan materi, gaya bicara saya menjadi cepat sehingga ada yang menyeletup, “Bu, terlalu cepat penyampaian materinya,”( Nia Hastuti). Yahhhh,,, menjadi sebuah teguran bagi saya agar bisa merubah cara penyampaian materinya.

Namun, disisi lain ada hal yang menyenangkan saat pelaksanaan menjadi guru model, saya bisa merasakan “o… ternyata seperti ini rasanya menjadi seorang guru,ternyata sulit”. Sekarang saya mendapat pengalaman yang berharga untuk menjadi seorang guru yang baik dan professional. Dan mendapat pengalaman bagaimana cara pengelolaan kelas dengan baik, menyampaikan pembelajaran dengan baik, dan masih banyak lagi. Ternyata seru dan menyenangkan sekali belajar menjadi seorang guru yang baik.

Menjadi seorang guru itu tak semudah apa yang orang kira, karena tugas guru bukan hanya menyampaikan materi saja, namun bagaiman menjadikan siswa kita aktif dalam proses pembelajaran dan dapat merubah kebiasaan siswa yang buruk menjadi baik. Tugas seorang guru begitu sulit. Namun, jika disyukuri dan dinikmati maka rasanya akan menyenangkan.

Terimakasih untuk pak Agil selaku saya pembimbing microteaching kami yang telah memberikan kritik dan saran sehingga dapat menjadi pelajaran bagi kami semua, dan terimakasih untuk teman-teman satu kelompok saya yang telah memberikan kritik dan saran serta atas kekompakan dan dukungan kalian serta untuk teman-teman yang lain juga terimakasih,,,,. JJ

Komentar dari saya untuk masing-masing anggota kelompok saya yaitu:
1. Lusi Marita Sari
;” menurut saya, lusi sudah cukup baik dalam penyampaian materi dan penguasaan materi yang disampaikan. Namun, dalam apersepsinya masih belum dipadukan akan kehidupan sehari-hari.”

Saran saya, mungkin lebih baik penyampaian apersepsinya di padukan dengan kehidupan sehari-hari sebelum masuk kedalam materi yang sesungguhnya.

2. Nurul Emita Sari : “ menurut saya nurul itu terlihat terlalu lemah lembut dalam penyampaian materinya, dan penguasaan materinya masih  ada kekurangan terlihat masih menghafalkan akan materi tentang adaptasi mahluk hidup.”

Saran saya, lebih baik agak sedikit tegas cara berbicara terhadap murid, namun bukan berarti kasar, lalu materi yang akan kita sampaikan kepada siswa sebaiknya sebagai guru memahami materi materi yang akan kita sampaikan.

3. Miftahu Hidayah : “ menurut saya Mifta gaya bicaranya masih terlihat sama ketika berbicara dengan teman sejawatnya, sehingga antara gaya bicara guru dan murid tidak ada perbedaan. Namun materi yang disampaikan sudah cukup baik karena ditampilkan sebuah video tentang pencemaran tanah, sehingga siswa lebih antusias dalam proses pembelajaran”.

Saran saya, lebih baik mifta bisa merubah sedikit demi sedikit gaya bicar yang seperti itu kepada murid, karena terkadang siswa akan menyepelekan guru.”

4. Leni Ferlianti ; “untuk leni, menurut saya pelafalan dalam bicara terkadang kurang jelas, jadi terkadang seperti ngedumel, selain itu dalam penguasaan materi masih kurang memahami karena ketika ada yang bertanya tidak sesuai jawabannya dengan apa yang ditanyakan oleh siswa. Tetapi media yang dibuatnya bagus.”

Sekian kesan-kesan dan komentar dari saya  ,,,

Saya ucapkan terimakasih,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: