Bersama Kita Bisa…Bersama Kita Mudah

Pengalaman Mengajar Ririn Nurhasanah

Hari ini tanggal 31 Januari saya melakukan do microteaching yang pertama. Karena ini yang pertama bagi saya tentu rasa nervous dan deg-degan tetap saja ada. Apalagi kemarin atau sehari sebelum pelaksaan saya sempat sakit tenggorokan dan badan saya panas luar biasa. Alhamdulillah setelah minum obat panas badan saya pun mulai turun. Walaupun kondisi badan belum terlalu fit saya harus tetap semangat dan berusaha menampilkan yang terbaik, karena saya yakin “manjadda wajadda”  siapa yang berusaha pasti dia akan mendapatkan.

CIMG1592

Alhamdulillah penampilan saya hari ini berjalan lumayan lancar, walaupun masih ada kekurangan, tetapi setidaknya penampilan saya hari ini sesuai dengan alokasi waktu yang ditentukan dan siswa siswa-siswa lumayan aktif dalam proses pembelajaran. Ternyata untuk mengajar di depan kelas tidaklah semudah dengan apa yang kita bayangkan, selain harus menguasai materi kita juga harus bisa mengkondisikan kelas dan bisa mengajak siswa agar mau aktif dalam proses pembelajaran. Cara kita sebagai seorang guru dalam menyampaikan materi juga akan mempengaruhi pemahaman siswa, untuk itu selain menguasai materi kita juga harus tahu bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikan materi tersebut agar siswa menjadi lebih faham.

Dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung tadi, jujur pelaksanaan pembelajaran ada yang tidak sesuai dengan RPP yang saya buat. Sebenarnya di RPP saya tidak mencamtumkan bahwa akan diadakan postest, tetapi hanya ada pemberian tugas rumah. Karena tadi masih ada waktu yang tersisa maka saya gunakan untuk postest dengan cara mengerjakan soal pada LKS , tetapi saya pun tetap memberi mereka tugas rumah. Ternyata sebagi seorang guru kita tidak harus terpaku dengan RPP yang kita buat, ada kalanya kita mengubah sedikit RPP dengan catatan untuk menyesuaikan kondisi siswa atau kindisi di dalam kelas. Karena terkadang kondisi siwa atau kelas tidak sesuai dengan apa yang sudah kita perkirakan dan kita rencanakan.

Adapun pengalaman berharga yang dapat saya ambil dari penampilan teman-teman lain adalah :

  1. Dari Mutia : Sebagai seorang guru kita juga harus membuat atau membawa media yang dapat menarik perhatian siswa, sehingga siswa lebih antusias dalam proses pembelajaran. Selain itu dalam proses pembelajaran tidak ada salahnya jika diselingi dengan canda sehingga siswa tidak bosan.
  2. Dari Nurhayati : Sebagai seorang guru kita benar-benar dituntut untuk menguasai materi, jangan sampai terjadi miskonsepsi dan kita bingung jika ditanya oleh siswa. Untuk itu tetap harus ada persiapan yang maksimal sebelum mengajar.
  3. Dari Made : Sebaiknya selain menguasai materi kita juga harus bisa mengkondisikan kelas. Mungkin bisa dilakukan dengan cara berjalan disekitar siswa untuk memantau kegaiatan belajar mereka.
  4. Dari Novi Yuliana : Sebagai seorang guru kita harus bisa lebih menguasai materi, tidak hanya sekedar menghafal tetapi harus lebih memahami sehingga kegiatan pembelajaran tidak monoton karena kita bisa mengeksplor pemahaman kita untuk kita sampaikan kepada siswa. Selain itu seorang guru juga harus pandai dalam me-manage waktu, sebaiknya waktu disesuaikan dengan alokasi yang yang sudah ditentukan. Seorang guru juga harus pandai dalam mengelola kelas, jika ada siswa yang mengobrol atau tidak memperhatikan tidak ada salahnya jika mereka ditegur.

Itulah pengalaman berharga yang bisa saya ambil dari pelaksanaan do hari ini, tetapi secara keseluruhan semua teman-teman sudah tampil dengan baik dan lebih baik dari pertemuan sebelumnya. Adapun kekurangan kita hari ini bisa kita perbaiki dipertemuan selanjutnya. Tetep semangat dan munculkan ide kreatifmu teman…

KESAN DAN PESAN KETIKA MENGIKUTI MIKROTEACHING UNTUK PERTAMA KALINYA

Oleh Novi Yuliana

Perasaan saya ketika mengikuti microteaching yang di bimbing oleh bapak agil yaitu campur aduk, ada senang, ada grogi dan ada bingungnya juga. Senangnya, saya dapat mengikuti microteaching bersama–sama dengan teman seperjuangan, bisa berbagi ilmu,berbagi informasi ataupun berbagi pengalaman,saya juga mendapat pelajaran yang sangat berharga dari dosen pembimbing microteaching, karena beliaulah yang mengajari kami bagaimana menjadi seorang guru yang professional dalam melaksanakan tugas–tugasnya .

Perasaan grogi dan bingung yaitu ketika saya menjadi guru model untuk mengajar teman-teman saya sendiri, mungkin ini karena saya belum terbiasa dan baru pertama kalinya menjadi guru. Saya berusaha untuk bersemangat dan tidak gugup ketika saya menjadi guru model, tetap saja saya merasakan gugup.bahkan saya hampir lupa materi apa yang akan saya ajarkan kepada peserta didiknya. Dan pada saat melakukan mengajar saya juga kurang memperhatikan waktu,ya bisa di bilang boros waktu atau kurang memanfaatkan waktu yang 15 menit itu. Setelah saya selesai maju atau selesai mengikuti guru model yang pertama, saya merasa lega  seperti beban yang ada di pikiran saya hilang dan rasanya itu plong…..!hehe….

Meskipun mungkin pembelajaran yang saya lakukan kurang maksimal, setidaknya  pengalaman pertama saya menjadi guru model bisa menjadi langkah awal untuk maju menjadi guru yang sebenarnya.Yah semoga saja bisa menjadi guru yang professional di masa depan .Amin

Pesan

Untuk teman-teman seperjuangan tetaplah semangat …raihlah cita-cita mu. Semoga kita semua bisa menjadi guru yang professional di masa depan.Amin

Cerita Saat Menjadi Guru Model Dalam Mata Kuliah Mikro Teaching

 oleh Made Dian Tisna

Pengalaman pertama saya mengajar adalah pada mata kuliah mikro teching,kita di tuntut untuk berani dan bisa berbicara didepan menjelaskan materi pembelajaran sesuai Rancangan Pembelajaran yang saya buat serta metode yang cocok dalam RPP tersebut untuk mengajar. Walaupun sudah terbiasa berbicara saat persentasi namun berbeda sekali saat mengajar di depan teman-teman,itu pun baru teman-teman apa lagi besok mengajar siswa sesungguhnya pada saat PPL, hal yang saya rasakan saat mengajar pertama kali saya merasa deg-deg’atau nerves,kemudian saya merasa takut saya tidak bisa menjawab pertanyaan teman yang muncul saat saya menjelaskan materi,dan saya merasa masih banyak kekurangan karena dari ragam bahasa masih belum baku atau bisa di bilang belepotan,kemudian cara saya mengajar belum begitu bisa mungkin masih monoton hanya menerangkan materi dan bertanya kepada siswa.

CIMG1599

Dan yang membuat saya sangat nerves saat bapak Agil mengetuk meja tanda waktu mulai habis saya belum menutup pembelajaran, saya belum bisa semaksimal mungkin mengatur waktu.Ternyata menjadi seorang guru itu tidak mudah, harus memiliki mental pemberani, berusaha dan tidak mudah menyerah dengan keadaan, namun berkat mata kuliah microteaching ini setelah saya alami saya mulai lebih berani dan percaya diri mengajar di depan teman-teman. Senang sekali saya menjadi guru model mata kuliah microteaching banyak sekali pengalaman dan ilmu yang bisa saya dapat pada mata kuliah ini, sehingga saya tahu kekurangan saya dalam menyampaikan materi. Semoga selanjutnya saya bisa terbiasa mengajar di depan teman-teman dan siswa walau perlu latihan yang terus-menerus. Terima kasih buat teman-teman dan bapak Agil yang selalu memberi saran yang baik dan membangun bagi saya untuk kedepannya. Saran dan komentar dari bapak dan teman-teman sangat membangun dan memberi saya perubahan untuk yang lebih baik.

Kesan–kesan menjadi guru didepan kelas untuk pertama kalinya 

oleh Mutia Nur Fitriana

Grogi, Setiap akan melakukan presentasi didepan kelas pasti saya merasakan grogi, Jantung selalu berdetak tak teratur,tidak bisa tidur, mau tidur pun gelisah terus memikirkan untuk kegiatan hari esok apa bisa berjalan dengan lancar atau tidak. Setiap mau melakukan presentasi, pada hari sebelumnya pasti berpikiran “bisa tidak ya saya melakukan seperti mereka”. Saya harus bisa melakukannya,terkadang juga ragu mau melakukan hal apa saja yang akan dilakukan oleh saya supaya presentasi yang besok dilaksanakan berjalan dengan baik tanpa ada halangan. Ketika dirumah, saya mencoba praktik berbicara didepan kaca. terkadang melihat diri sendiri saja masih tertawa sendiri melihat cara berbicara yang belepotan,tertawa melihat diri sendiri itu sangat lucu.  Bisa mengetahui kesalahan dalam berbicara,melihat mimik wajah saat berbicara layaknya seperti guru kurang pas,masih ada yang kurang. Terus berulang-ulang kali melakukan cara berbicara dengan baik didepan kaca,sampai-sampai di ejek sama adik saya. Adik saya bilang “kakak seperti orang gila saja berbicara dengan kaca dan berbicara sendiri, ketawa sendiri, kesal sendiri melihat tingkah laku waktu mengalami kesalahan dalam berbicara layaknya seperti guru.

CIMG1597

Ternyata berbicara didepan kelas itu tidak semudah yang saya bayangkan, saya menginginkan bisa berbicara dengan baik seperti guru yang dimana mereka bisa berbicara dengan bijaksana dan bisa memiliki etika cara mengajar yang baik. Untuk pemula bagi saya, tata cara etika dalam memberikan pengajaran terhadap siswa tadi masih banyak kesalahan, masih banyak kekurangan. Sebenarnya saat tadi maju kedepan kelas untuk melakukan praktek didepan kelas sebagai guru,saya merasakan tidak percaya diri terhadap apa yang akan saya lakukan dalam kegiatan proses pembelajaran. Dirumah saya sudah merencanakan apa saja yang harus dipersiapkan untuk kegiatan besok, saya harus melakukan apa yang akan saya ucapkan nanti didepan siswa. Ternyata ketika saya berdiri didepan siswa tadi, semua rencana yang sudah dipersiapkan dirumah tadi hilang semua atau pikiran saya “blenk” kosong. Jadi, saya bingung mau melakukan kegiatan apa yang harus dilaksanakan terlebih dahulu. Dan pada saat saya menjelaskan materi didepan kelas saya juga berpikir setelah  ini mau melakukan kegiatan apa lagi,supaya siswa tidak merasakan kebosanan dalam proses belajar ,saya memberikan sedikit humor. Saya memberikan sedikit humor,supaya para siswa tidak merasa tegang dan membosankan. Saya menginginkan ketika saya berbicara didepan kelas saya menginginkan para siswa merasakan rileks,santai namun serius dalam menjalani proses belajar dan selalu fokus terhadap materi yang disampaikan. Waktu saya menulis di papan tulis tangan saya merasakan gemetar yang sangat luar biasa, saat menulis di papan tulis pun tulisan saya sudah kelihatan jelek karena gemetaran tangan saya tadi.  .

Setelah semuanya berakhir, hati merasa lega,tenang. walaupun tadi kurang puas dan masih banyak kekurangan terhadap cara mengajar didepan kelas. Untuk selanjutnya,saya harus terus berlatih berbicara dengan baik layaknya seorang guru,memberanikan diri tampil dengan sikap yang baik tanpa ada rasa grogi,takut untuk melakukannya. Berlatih menulis dipapan tulis dengan baik dan dapat dibaca oleh siswa, untuk selanjutnya terus berlatih,berlatih dan berlatih,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: