Bersama Kita Bisa…Bersama Kita Mudah

TIPS PEMBELAJARAN

Pendidikan merupakan salah satu bidang yang dapat menentukan masa depan suatu Negara. Adanya pendidikan yang baik maka akan di hasilkan SDM yang baik pula. Salah satu ujung tombak untuk memajukan pendidikan di Indonesia adalah guru. Mengapa guru menjadi ujung tombak, karena gurulah yang akan merancang bagaimana kegiatan pembelajaran di kelas. Bagi seorang guru pasti pernah merasakan bagaimana siswa yang kita ajar tidak antusias, atau bagi siswa juga pernah  merasa bosan ketiga guru menyampaikan materi? Kejadian ini terjadi biasanya ketika guru hanya terfokus memberikan materi tanpa bantuan media belajar. Bagaimana agar siswa tidak merasa bosan, berikut ini beberapa tips yang pernah saya lakukan saat membelajarkan siswa.

1. Pembelajaran berbasis praktikum.

Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh guru-guru IPA seperti biologi, kimia, fisika. Kegiatan praktikum ini juga bias melatih atau mengembangkan keterampilan proses sains siswa

CIMG1553

gambar di atas merupakan kegiatan praktikum di lapangan, berlokasi di Taman Nasional Way Kambas, kegiatan di lapangan seperti gambar di atas tentu saja dapat menghilangkan kejenuhan siswa dengan rutinitas belajar dalam kelas.

2. Menggunakan game

Game atau permainan berfungsi untuk meningkatkan motivasi siswa. Guru bisa memilih berbagai jenis game, misalnya teka-teki silang, puzzle, atau bermain ular tangga.

CIMG0486

3. Pemberian reward

Reward atau hadiah juga berperan untuk meningkatkan motivasi siswa. Reward yang biasa saya gunakan adalah penambahan poin, terkadang juga saya memberikan reward berupa benda.

CIMG0665

4. Selingi ice breaking

Istilah Ice Breaking sering dipakai dalam training dengan maksud menghilangkan kebekuan-kebekuan di antara peserta latihan, sehingga mereka saling mengenal, mengerti dan bisa saling berinteraksi dengan baik antara satu dengan yang lainnya. Hal ini dimungkinkan karena perbedaan status, usia, pekerjaan, penghasilan, jabatan dan sebagainya akan menyebabkan terjadinya dinding pemisah antara peserta yang satu dengan yang lainnya. untuk melebur dinding-dinding penghambat tersebut, diperlukan sebuah proses ice breaking. Walaupun bukan suatu pelatihan, guru dalam pembelajaran juga bias menerapkan ice breaking, tentu saja pemilihan ice breaking harus mempertimbangkan kondisi anak dan alokasi waktu. Ice breaking yang terlalu lama tentu saja dapat mengurangi waktu untuk penyampain materi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: