Bersama Kita Bisa…Bersama Kita Mudah

Friska 1

A. Pengelaman FRISKA

Kisah dan keluh kesa selama menghadapi microteaching adalah sebuah awal perjalan yang menantang menjadi seorang pendidik (guru). Karena banyak pengalaman dan hikmah belajar yang didapat. Awalnya sangat bersemangat mengikuti kegiatan tes, karena tantangan menjadi seorang guru sangat menyenangkan dan melatih diri memiliki kepribadian yang baik.

Selama melakukan praktek mengajar banyak hal-hal lucu yang terjadi karena perilaku teman-teman pada saat mengajar. Akibat kurang memahami cara mengajar dengan makasimal maka terjadi beberapa insiden yang menjadi kenangan tersendiri. Diantaranya, metode pembelajaran yang disampaikan dengan beraneka variasi dan modifikasi cara untuk menyampaikan informasi kepada siswa.

Hal utama yang terfikirkan selama tes adalah bagaimana caranya mampu menyampaikan materi dengan model dan metode pembelajaran yang tepat kepada siswa. Ada beberapa faktor yang terjadi selama proses “Do” berlangsung, diantaranya:

Adapun kekurangan yang terjadi pada setiap “Do”diantaranya, yaitu:

a. Kelompok 1 (estiti nofridayanti, friska cahyati, dan nurlela):

  • Cara meenghapus papan tulis, seharusnya guru meminta siswa yang mengerjakan. Sehingga menjadi salah satu contoh guru berinteraksi dengan siswa.
  • Penyampaian materi dengan konsep yang benar. Pada kelompok kami terjadi beberapa miskonsepsi, diantaranya karena nervous lupa menyampaikan konsep dengan baik.
  • Kurangnya memanfaatkan siswa sebagai media dalam menggunakan alat peraga.
  • Kurangnya menggunakan metode mengajar yang aktif, efektif dan efisien.
  • Penyampaian aturan maen dalam pengolahan kelas yang belum jelas. Sehingga siswa mengalami kesulitan mengikuti kegiatan belajar mengajar yang diterapkan.
  • Team guru lesson study tidak oleh membantu guru yang sedang melakukan kegiatan mengajar, hal ini dikarenakan bahwa team guru yang lain hanya sebagai observer kegiatan guru yang sedang melakukan proses belajar mengajar.
  • Waktu yang digunakan lebih dari batas yang ditentukan. Usahakan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

b. Kelompok 2 (rama, suryo, dan desi):

  • Kurang tepat dalam menggunakan metode. Dimana materi belajar yang akan disampaikan dengan metode yang digunakan tidak sesuai. Jika materi yang akan disampaikan bertujuan memacu kreatifitas siswa harusnya menggunakan metodde yang dapat membuat siswa lebih aktif. Misalnya menggunakan metode, eksperimen, diskusi, tanya jawab dan masih banyak yang lainnya.
  • Penyampaian materi belajar menggunakan intonasi suara yang kurang tegas, kemudian hati-hati dengan kebiasaan sikap yang kurang baik. Karena dapat mempengaruhi pesepsi beajar siswa yang berdampak negatif.
  • Beberapa bahasa yang digunakan sulit dipahami siswa. Biasakan menggunakan bahasa yang sering digunakan secara umum, sehingga membantu pemahaman belajar siswa.
  • Kurang memperhatikan siswanya. Dalam kasus ini, hal yang mempengaruhi biasanya guru belum memahami dengan baik materi yang akan disampaikan sehingga guru sibuk dengan bahan ajar yang digunakan. Dan faktor lain yang terjadi karena guru belum mengenali media pembelajaran yang digunakan, seperti perangkat IT, micrifon, dll.

c. Kelompok 3 (M.ilyas abrori, dwi meliana, bambang gunadi jaya dan rahmat):

  • Lupa memperkenalkan diri. Seharusnya pada kegiatan pendahuluan belajar guru memperkenalkan diri terlebih dahulu kepada siswa, dilanjutkan dengan absensi dan kegiatan pembukaan lainnya.
  • Gunakan kata sindiran ketika menegur kasalahan siswa.
  • Contoh soal yang digunakan digunakan dengan LKS tidak sesuai.
  • Penyampaian materi berputar-putar, suara kurang jelas dan volume terlalu kecil.
  • Penulisan simbol/tanda, bilangan pecahan dan persamaan (Fisika & mamematika) kurang tepat.
  • Penyampaian tujuan pembelajaran tidak jelas.
  • Penggunaan waktu yang kurang efisien. Sehingga ada beberapa bagian dari materi pokok yang diulang secara tidak teratur.

d. Kelompok 4 (agus riyanto, bayu putra, johan cahyawibowo dan pendry):

  • Waktu yang digunakan lebih dari yang ditentukan.
  • Media yang digunakan kurang mewakili materi yang akan disampaikan.
  • Terlalu singkat dan tidak jelas di awal pembelajaran.
  • Kurang memperhatikan siswa ketika proses belajar berlangsung.
  • Sikap guru kurang tegas setiap kali memberikan intruksi kepada siswa. Sehingga banyak siswa yang tidak memperhatikan dan kelas menjadi ribut tidak tearahkan.

e. Kelompok 5 (susi mulyani, putri wahyu sari dan sri wulandari):

  • Kurang menguasai konsep materi secara baik dan tepat.
  • Efektifitas waktu yang kurang tepat.
  • Guru tidak boleh terlalu galak, karena dapat mempengaruhi mental siswa ketika belajar.

Kelebihan ketika berada di dalam kelas

Karena dalam kelompok ini terdapat tiga prodi yang berbeda (fisika, biologi dan matematika), maka suasana belajar pun menjadi lebih menarik. Banyak pelajaran berharga ketika microteching berlangsung, diantanya dapat memahami karakter guru dari masing-masing prodi, cara menggunakan metode belajar yang benar, mengolah kelas yang baik, dan bagaimana menjadi guru idola. Guru yang selalu dinantikan kehadirannya, guru yang memiliki kemampuan mengajar dengan baik, guru yang menjadi pendamping bagi siswanya. Semua itu tidak akan pernah didapat di temapat lain.

Teman-teman inspiratif

1. Nurlela

Seorang guru yang memiliki tingkat kesabaran paling bagus diantar 18 teman yang lain. Karakter mengajarnya sopan, tenang, dan menyenangkan.

2. Muhammad ilyas abrori

Seorang guru yang memiliki karismatik mengajar yang bagus, meskipun cara mengajarnya tidak sempurna setidaknya dia memiliki nilai plus ketika memberikan informasi belajar kepada siswa. Sehingga siswa tertarik mempelajari apa yang disampaikan.

3. Bayu putra

Guru satu ini adalah guru yang luar biasa heboh, karakter mengajarnya aneh. Siswa terlalu sering dibuat tertawa dengan lelucon bahan ajar, terkadang ada beberapa konsep yang sengaja dia buat salah hanya untuk memancing siswa untuk lebih memperhatikan sistem belajar yang disampaikan.

4. Susi mulyani

Seorang guru yang dapat menginspirasi membuat permainan kelas yang memiliki bobot belajar tersendiri. Salah satu permaianan yang pernah diterapkan adalah senam otak. Sehingga siswa memiliki daya tarik belajar yang unik.

5. Sri wulandari

Awalnya, dia adalah guru yang paling galak. Mungkin karena dia mengajar pada jam pelajaran terakhir, sehingga sulit mengendalikan emosi ketika menghadapi siswa yang hiperaktif. Bukan hanya dia, saya juga pernah mengalaminya dan itu sungguh luar biasa berat.

Selain mereka yang di atas, untuk semua teman-teman ku yang lain kalian semua juga tidak kalah baiknya. Masing-masing dari kalian memiliki karakter yang unik, seperti Bambang Rama dan Agus adalah guru yang mengajarkan bagaimana cara mendidik siswa untuk disiplin. Untuk Rahmat, Johan, Suryo, Desi, Pendry, Dwi, Putri dan Estiti merupakan guru yang memiliki karakter mengajar yang ulet, terampil dan menyenangkan. Sistem mengajar yang digunakan disusun secara apik. Terima kasih untuk kalian semua yang telah membantu memperbaiki penggunaan model pembelajaran yang baik dan benar. Dan untuk pak Agil terimakasih untuk semua bimbingan dan saran dalam mengemas model pembelajaran yang aktif, efisien dan kreatif. Tanpa bantuan Bapak kami bukanlah apa-apa.

B. Pengalaman ILYAS

ilyasPerkenalkan nama saya Ilyas, saat ini saya kuliah di salah satu universitas swasta di kota Metro. Saya punya sedikit cerita pendek, ceritan ini terjadi saat saya mengambil mata kuliah Microteaching karena saya adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan MIPA Prodi Pendidikan Matematika. Inilah cerita selengkapnya, mudah-mudah bermanfaat bagi kawan-kawan semuanya.

Terbayang dalam benak saya, menjadi seorang guru merupakan suatu profesi yang menyenangkan sekaligus memusingkan. Saya katakan menyenangkan karena dalam proses belajar mengajar pastilah terjadi interaksi antara siswa dan guru sebagaimana fitrah manusia sebagai makhluk sosial, sedangkan memusingkan karena banyak sekali permasalahan yang akan dijumpai pada setiap siswa.

Hal itu saya alami saat pelaksanaan praktek microteaching di mulai. Meskipun belum menyandang predikat sebagai seorang guru karena saya masih calon guru, saya ikut merasakan betapa grogi dan gugupnya saat pertama kali mengajar. Walaupun terkadang rasa groginya itu bias ditutupi dengan cara-cara tertentu.

Dalam perkuliahan microteaching (PPL1 berbasis Lesson Study) ada tiga proses pembelajaran yaitu Planning (Merencanakan), Do (Melakukan/Implementasi), dan See (Melihat/Evaluasi). Saat Plan pertama dengan kelompol LS saya dengan di bimbing oleh dosen pengampu mata kuliah tersebut, disitu saya bersama teman-teman menemui kendala yaitu dalam pelaksanaan Do nantinya kami dituntut untuk menyampaikan materi dengan menggunakan alat peraga untuk mempermudah siswa dalam pembentukan konsep dalam belajar. Itulah kendala yang saya alami bersama teman-teman sampai dengan Plan selanjutnya, karena tidak semua materi matematika ada alat peraganya sehingga kami harus berfikir bagaimana caranya agar siswa nantinya mudah memahami konsep dengan cara kami mengajar.

Tibalah pelaksanaan Do yang pertama, yang saya rasakan memang benar-benar grogi, keringat bercucuran di tubuh saya walaupun yang saya ajar adalah teman-teman sebaya kelompok microteaching yang heterogen, tidak hanya dari matematika saja ada juga yang dari Prodi Fisika dan Biologi, akan tetapi itu merupakan pengalaman yang berkesan bagi saya dan terasa banget MIPA nya. Jadi bukan hanya sekedar belajar matematika saja.

Saat Do yang ke-dua ada sedikit kemajuan bagi saya jika di bandingkan dengan Do yang sebelumnya. Yang membuat saya tertantang adalah saat Do yang ke-tiga. Saya dan teman-teman microteaching mendapat tantangan dari Dosen Micro kami yaitu mengajar adik-adik tingkat kami. Menarik!!! pikir saya, tantangan ini memang di buat untuk mempersiapkan metal kami sebelum terjun kelapangan mengajar anak-anak yang sama sekali belum kami kenal. Dalam Do yang ke-tiga ini saya mendapat pengetahuan dan pengalaman tambahan, bahwa keterampilan mengajar memang diperlukan dan dibutuhkan seperti keterampilan mengelola kelas, keterampilan menjelaskan pelajaran, dan keterampilan membimbing diskusi siswa, karena setiap siswa mempunyai kondisi yang berbeda, tidak semua yang saya jelaskan dapat dimengerti oleh semua siswa. Oleh karena itu saya harus mempersiapkan kemampuan saya untuk Do yang selanjutnya yaitu UAS Microteaching.

Itulah sekilas cerita dari pengalaman saya saat microteaching, mudah-mudahan dapat diambil hikmahnya dan bisa membuat kawan-kawan semuanya untuk terus belajar dan belajar karena hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Semangat!!!

C. Pengalaman Rahmat Ramadhan

Nama saya Rahmat Ramadhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro semester 6. Hari ini tanggal 11 mei 2013 adalah Do mikroteaching yang ke 3. Sama seperti mikroteaching sebelumnya, hari ini saya terlambat lagi, hehehe. Karena terlambat, saya jadi gugup dan ditambah lagi teman-teman mikroteaching yang maju pertama kali sangat bagus dalam mengelola kelas dan menyampaikan materi. Saya tambah gugup lagi karena yang berperan menjadi siswa adalah mahasiswa semester 2 dan 4. Walaupun begitu saya tetap meyakinkan diri bahwa ‘tak ada rintangan yang tak bisa dilalui’.

Sambil menunggu dengan sabar, saya melihat teman-teman yang telah maju, semuanya sangat bagus. Tapi saya jadikan itu sebuah pelajaran untuk bisa lebih baik dari mereka. Saya terus menunggu, sampai tiba waktu istirahat solat. Saat istirahat solat, saya makan di kantin, karena saya tidak sempat sarapan, maklumlah kan udah telat, hehehe. Setelah saya makan, saya pergi ke bescamp anak teater mentari untuk meminjam gitar. Oh ya, saya lupa memberi tahukan bahwa hari ini saya akan membawakan materi tentang pemanfaatan limbah. Saya menyampaikan materi dengan metode ceramah yang saya kombinasikan dengan lagu yang telah saya buat liriknya, walaupu nada lagu yang saya gunakan adalah lagu dari bondan fade 2 black.

Lagu yang saya ciptakan itu saya kerjakan dalam waktu tidak kurang dari satu jam. Walupun dengan waktu yang cukup singkat, saya tetap optimis bahwa lagu yang saya ciptakan akan menyampaikan materi dan juga pesan-pesan moral kepada siswa. Pasti banyak yang bertanya kenapa saya optimis?. Tu dikarenakan saya pernah melihat musisi terkenal yaitu Serina yang menciptakan lagu hanya dengan waktu satu jam dan itu bisa membawa nama indonesia di kancah dunia, karena lagu yang diciptakan Serina menjadi juara dalam kontes lagu internasional. Itulah mengapa saya optimis, hehehe.

Tidak terasa waktu saya untuk maju menyampaikan materi. Saya sudah menyiapkan salah satu contoh hasil daur ulang limbah yaitu tas yang terbuat dari kain batik sisa dari tempat penjahitan. Saya menyampaikan materi dengan biasa, namun ternyata siswa yang saya ajar cukup nakal. Ini yang membuat rasa gugup saya semakin bertambah dan semakin bertambah. Namun, alhamdulillah saya mampu mengatasinya. Namun, dibalik kenakalan mereka, tersimpan kecerdasan yang cukup membanggakan, saya sebagai guru lebih menyukai siswa yang aktif. Walaupun keaktifannya berupa kenakalan. Saya pernah mendengar kata-kata dari film yang pernah saya lihat yang berjudul BECK. Bahwasanya, orang-orang yang nakal adalah orang yang pandai, namun belum tepat menggunakan kepandaiannya. Orang yang nakal butuh pemikiran untuk menjahili teman-temannya, dan itu membutuhkan kreatifitas yang tinggi. Setelah menyampaikan materi tidak kurang dari tiga menit, inilah waktunya saya membawakan lagu yang saya ciptakan. Cukup gerogi sih, tapi itu tidak berlangsung lama.

Menit demi menit saya lalui, sampai terdengar suara dua kali ketokan yang menandakan waktu lima belas menit telah berlalu. Tapi saya belum juga selesai dengan  pengajaran saya. Itu yang membuat saya cukup kecewa. Tapi tak apalah, namanya juga belajar, hehehe. Setelah saya menutup pelajaran, tibalah saat dimana saya dikomentari oleh siswa dan teman-teman sejawat. Banyak masukan-masukan yang membangun saya. Ditambah lagi masukan dari dosen pembimbing mikroteaching saya yang sangat baik, yang membuat saya bisa lebih baik lagi.

Oh ya, pasti teman-teman banyak yang bertanya kenapa saya menggunakan cara-cara yang terbilang cukup aneh dalam melaksanakan pembelajaran. Seperti saat mikroteaching Do ke 2, saya menggunakan teknik membaca puisi diakhir pembelajaran dan sekarang saya menggunakan lagu dalam menyampaikan materi. hal itu dikarenakan saya ingit memanfaatkan momen mikroteaching ini sebagai sarana saya untuk bereksperimen tentang teknik mengajar yang tepat untuk saya. Saya mencoba menggabungkan hobi saya kedalam pembelajaran. Hasilnya cukup memuaskan, tapi itu menurut saya, hehehe. Oh ya, sampai disini dulu curhatan saya tentang mikroteaching Do ketiga ini. Semoga dapat bermanfaat bagi semua dan dapat menjadi inspirasi bagi semua, hehehe (sok keren).

Sebelum saya mengakhiri curhatan saya ini, saya ingin memberi tahukan kalian teman-teman mikroteaching yang menjadi salah satu inspirasi saya dalam menjalani mata kuliah mikroteaching ini. Berikut daftar nama dan alasan saya menjadikan mereka sumbuer inspirasi saya.

1. Friska

Jika dilihat dengan mata biasa, friska hanya gadis biasa yang parasnya cukup cantik dan galak, hehehe. Namun dibalik kegalakannya itu tersimpan bakat yang sangat mencengangkan dalam teknik menguasai kelas. Terbukti dengan dia bisa menguasai kelas denga anak-anak yang bandel tanpa marah. Karena dalam pembelajaran, seorang guru harus dapat menguasai kelas agar kelas terkontrol dengan baik. Inilah yang saya jadikan inspirasi saya.

2. Jo

Jo adalah teman mikroteaching saya yang selalu bisa mencairkan suasana. Saya menjadikan dia salah satu sumber inspirasi saya, karena Jo adalah orang yang suple dan orangnya nyantai. Dengan kesantaiannya itulah, dia dapat mengajar dengan enjoy dan rileks . Itu yang tidak saya miliki dan atas dasar itulah saya menjadikan dia salah satu sumber inspirasi saya.

3. Elias

Elias adalah teman mikroteaching saya yang memiliki sifat bijaksana. Dengan kebijaksanaannya dia menjadi guru yang memancarkan karisma yang sangat keren (menurut saya) hehehe. Selain itu, dia salah satu teman saya yang mengajar dengan konsep yang sudah matang. Walaupun tidak selalu berhasil dalam menerapkan konsep pembelajarannya, tetapi menurut saya dia sudah cukp bagus. Itulah alasan kenapa saya menjadikannya salah satu sumber inspirasi saya.

4. Bayu

Jika kita pernah melihat SULE di acara ‘Opera Van Java’ yang selalu dapat menghibur orang-orang disekitarnya. Di kelas mikroteaching saya, ada anak yang memiliki potensi serang SULE. Jangan diambil negatifnya, dengan ke gokilannya, dia dapat membuat suasana kelas menjadi tidak membosankan dan tegang. Hal itu dapat membuat siswa lebih enjoy dalan menikmati pelajaran. Jika siswa enjoy dalam pembelajaran, maka siswa akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Oleh karena itulah saya menjadikan dia salah satu sumber inspirasi saya dalam mengajar.

5. Suryo

Suryo adalah orang yang keras kepala dan tidak mau mendengarkan masukan (terkadang sih, hehehe). Namun dibalik itu semua, dia adalah orang yang pantang menyerah dalam menghadapi rintangan dalam hidupnya. Hal ini dapat dilihat dari begitu banyak cemoohan orang-orang tentang dirinya. Namun dia menyikapinya dengan santai dan dapat membuktikan bahwa dirinya bisa. Hal itu yang membuat saya menetapkan dia menjadi salah satu sumber inspirasi saya.

6. Desi

Sama seperti suryo, desi juga adalah orang yang pantang menyerah. Terbukti dia mampu menunjukan kepandaianya dalam menguasai kelas dan mampu untuk melawan rasa pemalunya. Desi adalah orang yang sangat pendiam ketika dikelas dan rang yang tidak pernah PD dengan apa yang dia miliki. Desi pernah menangis ketika diminta untuk menjelaskan materi di depan kelas sewaktu persentasi. Namun dengan kegigihan dan sifat pantang menyerahnya, dia mampu membuktikan bahwa ‘tidak ada hal yang mustahil dilakukan selama kita mau berusaha. Hal itu yang membuat saya menjadikan Desi menjadi salah satu sumber inspirasi saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: